Cristian Chivu, Pelatih Kepala FC Internazionale Milano, merayakan kemenangan bersama Hakan Calhanoglu setelah pertandingan Semifinal Coppa Italia antara FC Internazionale dan Como di San Siro pada 21 April 2026 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Klub raksasa Serie A, Inter Milan, secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak pelatih kepala Cristian Chivu hingga musim panas 2028.
Keputusan ini diambil menyusul kesuksesan luar biasa sang allenatore dalam membawa Nerazzurri merengkuh gelar ganda (Serie A dan Coppa Italia) pada kampanye musim 2025/2026.
“FC Internazionale Milano dengan senang hati mengonfirmasi perpanjangan kontrak pelatih kepala Cristian Chivu. Dengan kontrak ini, Chivu akan tetap memimpin Nerazzurri hingga 2028,” tulis pernyataan resmi Inter Milan melalui situs web klub pada Kamis (18/6).
Pihak manajemen klub juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya, menegaskan bahwa perjalanan karier Chivu bersama panji biru-hitam merupakan sebuah kisah panjang yang dibangun dengan fondasi semangat, pengorbanan, dan loyalitas tanpa batas.
Musim Debut Sempurna dan Rentetan Rekor
Langkah Inter Milan menyodorkan kontrak jangka panjang ini sangat beralasan. Chivu sukses menyulap musim penuh pertamanya sebagai pelatih kepala tim utama menjadi sebuah pencapaian yang fenomenal. Ia berhasil mempersembahkan Scudetto ke-21 bagi Inter, sekaligus mengamankan trofi Coppa Italia ke-10 dalam sejarah panjang klub.
Berkat prestasi mentereng tersebut, pelatih asal Rumania itu juga dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A musim 2025/2026.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada 9 Juni 2025 untuk menggantikan Simone Inzaghi, Chivu telah memimpin skuad La Beneamata dalam 58 pertandingan kompetitif dan langsung menghadirkan dua trofi bergengsi ke lemari klub.
Kisah Panjang Bersama Nerazzurri
Hubungan emosional antara Chivu dan Inter Milan memang sudah terjalin sangat kuat. Semasa masih aktif bermain, mantan bek Timnas Rumania itu menghabiskan tujuh tahun terakhir kariernya di Giuseppe Meazza. Setelah gantung sepatu, ia melanjutkan kiprahnya di dunia manajerial dengan merangkak dari bawah, melatih berbagai kelompok umur di akademi Inter—mulai dari U-14, U-17, U-18, hingga skuad Primavera.
Ia sempat meninggalkan klub untuk menimba pengalaman dengan menangani Parma pada paruh kedua musim 2024/2025, sebelum akhirnya “pulang” ke Giuseppe Meazza untuk mengambil alih tim utama.
Selain meraih gelar, Chivu juga mencatatkan namanya dalam buku rekor bersejarah Nerazzurri:
Ia menjadi pelatih kelima dalam sejarah Inter yang mampu menjuarai Serie A pada musim debutnya, menjejaki rekor para pendahulunya seperti Arpad Weisz, Alfredo Foni, Giovanni Invernizzi, dan Jose Mourinho.
Ia menjadi pelatih kedua yang mampu meraih gelar Serie A bersama tim utama sekaligus tim Primavera Inter (sebelumnya membawa tim muda juara pada 2022).
Ia menorehkan rekor unik nan langka sebagai satu-satunya sosok dalam sejarah Inter Milan yang berhasil memenangi Scudetto dan Coppa Italia di musim yang sama, baik saat berstatus sebagai pemain maupun saat menjadi pelatih.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












