Bawa PSG Juara Back-to-Back, Luis Enrique Kini Sejajar dengan Zidane dan Guardiola

Bawa PSG Juara Back-to-Back, Luis Enrique Kini Sejajar dengan Zidane dan Guardiola

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 31 Mei 2026 – 05:37 WIB

Pelatih PSG, Luis Enrique, mengakui kemenangan atas Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026 terasa lebih sulit dan spesial dibandingkan musim sebelumnya. (Foto: UEFA)

Pelatih PSG, Luis Enrique, mengakui kemenangan atas Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026 terasa lebih sulit dan spesial dibandingkan musim sebelumnya. (Foto: UEFA)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, secara terbuka menilai bahwa keberhasilan timnya menjuarai Liga Champions musim 2025/2026 jauh lebih sulit diraih dibandingkan musim sebelumnya.

Juru taktik asal Spanyol tersebut mengakui bahwa Arsenal memberikan perlawanan yang sangat sengit di partai puncak. Hal ini membuat gelar juara kali ini terasa jauh lebih spesial bagi PSG dibandingkan saat mereka menaklukkan Inter Milan di final musim lalu.

“Lebih sulit dari tahun lalu karena kami tahu sebelum pertandingan betapa sulitnya bermain melawan Arsenal,” ungkap Enrique kepada Canal+ sesaat setelah pertandingan usai.

PSG sukses memastikan trofi “Si Kuping Besar” kembali ke Paris setelah menundukkan perlawanan Arsenal melalui drama adu penalti dengan skor 4-3. 

Partai final yang berlangsung menegangkan tersebut digelar di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada hari Sabtu (30/5) waktu setempat.

Pertandingan bergengsi ini harus ditentukan lewat babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit waktu normal dan perpanjangan waktu. Berdasarkan catatan sejarah, laga ini menjadi partai ke-13 dalam sejarah kompetisi Piala/Liga Champions yang harus ditentukan melalui babak adu penalti.

Ketenangan di Babak Penentuan dan Ukiran Sejarah Baru

Dalam babak penentuan yang menguras mental tersebut, skuad PSG tampil lebih tenang. Trofi berhasil disegel setelah dua penendang Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menyarangkan bola. 

Sementara itu, dari kubu Les Parisiens, hanya eksekusi Nuno Mendes yang tidak berhasil menemui sasaran.

Kemenangan dramatis ini sekaligus membuat PSG mencetak sejarah besar. Mereka resmi menjadi tim kedua yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions secara beruntun (back-to-back) pada era modern kompetisi. 

Sebelumnya, rekor ini hanya mampu dipecahkan oleh Real Madrid saat merajai Eropa selama tiga musim beruntun pada kurun waktu 2016 hingga 2018.

Tidak hanya itu, PSG kini juga menahbiskan diri sebagai klub asal Prancis pertama yang sukses menjuarai Piala Eropa atau Liga Champions dalam dua musim berturut-turut.

Di sisi lain, kesuksesan ini semakin memperkokoh reputasi Luis Enrique sebagai salah satu pelatih terbaik di panggung Eropa. Dengan koleksi tiga trofi Liga Champions sepanjang karier kepelatihannya, nama Enrique kini resmi sejajar dengan jajaran pelatih legendaris seperti Bob Paisley, Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Zinedine Zidane.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 6 times, 1 visit(s) today