Misi cuci piring Tim Uber Indonesia berbuah manis. Skuad Srikandi Merah Putih sukses memulangkan tuan rumah Denmark dengan kemenangan meyakinkan 3-1 di babak perempat final Piala Uber 2026, Forum Horsens, Denmark, Jumat (1/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini sekaligus mengantar Indonesia melaju ke babak semifinal—membayar lunas kekecewaan publik bulu tangkis Tanah Air pasca-tragedi Tim Thomas yang gugur di fase grup. Di empat besar, Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan akan berhadapan dengan kekuatan tradisional Korea Selatan.
Putri KW Buka Kemenangan dengan Mulus
Pesta kemenangan Indonesia diawali tunggal pertama Putri Kusuma Wardani. Tampil melawan Line Christophersen, sang kapten tampil dominan dan menutup laga dua gim langsung 21-12, 21-15.
Putri KW mengaku kemenangan ini buah dari persiapan dan analisis matang terhadap dua tunggal Denmark.
“Dari persiapan memang saya mempelajari permainan dua tunggal Denmark, Mia dan Line tapi ternyata Line yang turun. Jadi tadi coba membatasi bola-bola atas dia yang tajam dan berbahaya. Cukup menyulitkan juga. Sudah lama tidak bertemu dia, sekarang permainannya lebih agresif dan kakinya lebih kuat,” ungkap Putri KW dikutip dari PBSI.
“Keseluruhan hari ini pastinya sangat senang bisa menyumbangkan poin di laga pembuka untuk tim Indonesia. Yang pastinya sangat penting bagi saya dan tim karena hari ini babak knockout dan tidak ada besok kalau hasilnya kalah,” imbuh Putri.
Dhinda Tumbang, Indonesia Sempat Tertahan 1-1
Sayangnya, momentum positif gagal dijaga di sektor ganda pertama. Pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum tumbang dari ganda Denmark, membuat skor sempat imbang sementara.
Pukulan berlanjut ke partai ketiga saat Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi turun melawan Line Hojmark Kjaersfeldt. Tunggal muda Indonesia itu tak mampu mengimbangi permainan agresif Line dan menyerah dua gim langsung 15-21, 16-21.
Dhinda mengakui strateginya gagal saat dibaca lawan. “Kemarin saat melawan Taipei itu, saya bisa mengubah pola dari cepat menjadi lambat dan itu cukup berhasil. Tapi hari ini berbeda, di gim pertama saya coba bermain cepat tapi dia memang jangkauannya panjang dan tipe mainnya juga cepat banget,” ujarnya.
“Jadi ketika saya coba melambatkan, main lob dia terus memaksa untuk smash menyerang. Selain itu, saya juga selalu ketinggalan langkah. Hal itu berlanjut terus sampai gim kedua,” imbuh Dhinda.
Ana/Meilysa Pahlawan Kebangkitan
Saat skor imbang 1-1, debutan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari turun memikul beban. Pasangan ini diturunkan setelah absen sejak laga pembuka fase grup—dan mereka langsung tampil heroik.
Ana/Meilysa membungkam ganda Denmark Amalie Cecilie Kudsk/Mette Werge lewat dua gim langsung 21-19, 21-11. Skor pun berbalik menjadi 2-1 untuk Indonesia.
“Ini pertama kali lagi kami diturunkan setelah pertandingan pertama lalu tapi tidak ada perubahan yang signifikan kondisi lapangannya jadi adaptasi pun lancar. Hanya memang berbeda hari ini sudah babak gugur jadi lebih ada tekanan. Bersyukur kami bisa mengatasinya,” ujar Ana.
Meilysa membongkar kunci kemenangan pasangan baru ini. “Kami terus mencoba bermain dengan tempo cepat. Itu yang menyulitkan mereka,” ujarnya.
Ester Kunci Tiket Semifinal
Tugas mengunci kemenangan jatuh ke pundak Ester Nurumi Tri Wardoyo. Tampil melawan tunggal kedua Denmark Amalie Schulz, Ester memberikan jaminan kemenangan dengan permainan yang matang dan tenang.
Gim pertama berlangsung ketat di awal hingga skor imbang 6-6. Namun, Ester perlahan mengambil alih tempo dan mendulang tiga poin beruntun untuk unggul 11-7. Konsistensi itu dipertahankan hingga akhir gim, dengan Ester mengunci empat angka beruntun di penutup untuk menang 21-13.
Gim kedua berlangsung lebih intens. Ester sempat tertinggal sebelum menyamakan skor 8-8. Di pertengahan set, ia mampu tampil tenang dan merebut tiga poin beruntun untuk berbalik unggul 17-16. Permainan solid akhirnya membawa Ester menutup gim kedua dengan skor 21-18 dan memastikan kemenangan Indonesia 3-1 atas Denmark.
Korea Selatan, Tantangan Berat di Semifinal
Lolos ke semifinal, Indonesia kini akan menjalani ujian sesungguhnya melawan kekuatan tradisional bulu tangkis dunia, Korea Selatan. Skuad asuhan negeri ginseng itu melaju ke empat besar setelah menyingkirkan Taiwan di babak perempat final.
Tantangan terbesar tentu datang dari nama besar An Se-young, tunggal putri peringkat satu dunia yang menjadi senjata utama Korea Selatan. Performa Putri KW Cs di laga semifinal akan menjadi penentu apakah misi cuci piring berlanjut hingga partai final—di tengah harapan jutaan penggemar bulu tangkis Tanah Air.












