Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengirimkan pesan kuat terkait konstelasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa masa depan Teluk Persia adalah masa depan tanpa kehadiran kekuatan militer Amerika Serikat (AS).
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis bertepatan dengan Hari Nasional Teluk Persia pada Kamis (30/4/2026), Khamenei menekankan pentingnya kedaulatan regional. Menurutnya, kehadiran aktor eksternal yang datang dari ribuan kilometer jauhnya hanya menjadi sumber ketidakstabilan utama di kawasan.
“Fase baru sedang muncul. Teluk adalah bagian penting dari identitas regional dan konektivitas ekonomi global kita, terutama melalui Selat Hormuz dan Laut Oman,” ujar Khamenei dalam pernyataan resminya.
Kelola Selat Hormuz dengan Aturan Baru
Guna menjamin stabilitas, Iran berencana menerapkan kerangka hukum dan manajemen baru untuk Selat Hormuz. Langkah ini diklaim bakal membawa manfaat ekonomi serta kemajuan bagi seluruh negara di kawasan tanpa perlu campur tangan Barat.
Khamenei menyatakan bahwa Iran akan mengambil tanggung jawab penuh dalam menjamin keamanan maritim melalui pengelolaan baru tersebut. Ia meyakini tatanan regional baru sedang terbentuk, di mana negara-negara tetangga berbagi nasib yang sama tanpa ketergantungan pada kekuatan asing.
Pernyataan keras ini muncul di tengah situasi yang masih cair pasca-perang besar yang pecah pada 28 Februari lalu. Konflik yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat dan Israel itu sempat melumpuhkan jalur pelayaran dunia dan memutus aliran energi global di Selat Hormuz.
Diplomasi di Tengah Gencatan Senjata
Meski tensi masih tinggi, gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April sejauh ini dilaporkan masih bertahan. Berbagai upaya diplomatik kini terus digalakkan untuk mencapai kesepakatan yang lebih permanen, termasuk pembahasan mengenai akses maritim dan prosedur keamanan di jalur strategis tersebut.
Sosok Mojtaba Khamenei sendiri kini menjadi pusat perhatian dunia. Ia terpilih sebagai pemimpin tertinggi pada 9 Maret 2026, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara AS-Israel pada akhir Februari. Hingga saat ini, Mojtaba dikenal sangat tertutup dan hanya berkomunikasi dengan publik melalui pernyataan tertulis.
Peringatan Hari Nasional Teluk Persia yang dirayakan setiap 30 April ini memiliki nilai historis mendalam bagi Iran. Momentum ini merupakan peringatan atas pengusiran pasukan Portugis dari Selat Hormuz pada era Safavid, yang kini digunakan Teheran sebagai simbol perlawanan terhadap segala bentuk pendudukan asing di wilayah tersebut.














