Buntut Kasus Hanania Travel, YLKI: Selebgram Jangan Asal Terima Proyek Promosi Umrah

Buntut Kasus Hanania Travel, YLKI: Selebgram Jangan Asal Terima Proyek Promosi Umrah

Icon_INILAH GOLD.png

Minggu, 14 Juni 2026 – 16:49 WIB

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin (tengah) saat memberikan keterangan persnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/6/2026).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin (tengah) saat memberikan keterangan persnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/6/2026).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah memperketat pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan umrah, termasuk praktik promosi yang melibatkan selebgram.

Desakan ini muncul di tengah kembali mencuatnya kasus gagal berangkat umrah yang merugikan banyak calon jemaah.

Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo menilai, peran figur publik dalam mempromosikan jasa travel memiliki dampak besar terhadap keputusan konsumen.

Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap selebgram kerap membuat aspek penting seperti legalitas dan rekam jejak penyelenggara menjadi terabaikan.

“Endorsement figur publik punya pengaruh besar terhadap keputusan konsumen. Karena itu, promosi tidak boleh hanya mengejar popularitas, tetapi harus memperhatikan legalitas, rekam jejak, dan keamanan layanan,” kata Rio kepada Inilah.com, Minggu (14/6/2026).

Ia menegaskan, meski selebgram tidak secara otomatis bertanggung jawab atas kegagalan bisnis yang mereka promosikan, terdapat tanggung jawab moral dan etika yang melekat. Terlebih, layanan yang dipromosikan berkaitan dengan ibadah.

“Selebgram wajib berhati-hati agar tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan atau memberikan kesan seolah-olah layanan tersebut aman dan terjamin,” ujarnya.

Selain itu, YLKI juga mengingatkan pemerintah, khususnya kementerian yang membidangi haji dan umrah, untuk tidak hanya bertindak setelah muncul korban. Pengawasan terhadap biro perjalanan, termasuk pola promosi dan endorsement, dinilai harus dilakukan sejak awal.

“Jangan sampai kasus gagal berangkat seperti yang pernah terjadi kembali terulang. Pengawasan harus dilakukan dari hulu, bukan menunggu kerugian konsumen,” tegas Rio.

Kasus gagal berangkat umrah kembali mencuat setelah sejumlah calon jemaah melaporkan biro perjalanan Hanania Travel yang tidak memberangkatkan mereka sesuai jadwal. Padahal, pembayaran telah dilakukan secara lunas.

Dalam banyak kasus, promosi masif melalui media sosial, termasuk endorsement oleh selebgram, membuat konsumen merasa yakin untuk memilih travel tersebut.

Fenomena ini mengingatkan beberapa kasus besar yang terjadi sebelumnya, yakni First Travel dan Abu Tours yang menimbulkan kerugian besar bagi ribuan jemaah.

Lemahnya pengawasan serta tingginya kepercayaan publik terhadap promosi menjadi celah yang dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Kondisi ini menegaskan pentingnya kehati-hatian konsumen, tanggung jawab etis figur publik, serta pengawasan ketat dari pemerintah agar kasus serupa tidak terus berulang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today