Buntut Laba PTPP Terjun Bebas Nyaris 100 Persen, PKB Dorong Danantara Evaluasi Manajemen

Buntut Laba PTPP Terjun Bebas Nyaris 100 Persen, PKB Dorong Danantara Evaluasi Manajemen

Diana Medium.jpeg

Minggu, 9 November 2025 – 19:07 WIB

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB Nasim Khan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT KAI, Rabu (20/8/2025).(Foto: inilah.com/ Diana Rizky/Tangkapan Layar)

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB Nasim Khan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT KAI, Rabu (20/8/2025).(Foto: inilah.com/ Diana Rizky/Tangkapan Layar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB, Nasim Khan menilai, terjun bebasnya laba bersih yang diperoleh PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Tbk hingga hanya menyisakan Rp5,55 miliar, patut menjadi atensi BPI Danantara.

“Penurunan laba bersih PT PP (Persero) Tbk tentu menjadi perhatian kita semua, terutama mengingat perusahaan pelat merah ini, merupakan salah satu BUMN konstruksi yang strategis. Punya peran besar dalam pembangunan nasional,” ujar Nasim kepada Inilah.com di Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Ia menilai, sebelum mengganti jajaran direksi, maka perlu melihat faktor-faktor penyebabnya secara komprehensif. Misalnya, apakah penurunan laba ini terkait perlambatan proyek infrastruktur, peningkatan beban keuangan, atau gagalnya efisiensi operasional.

“Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen tentu diperlukan, namun bukan semata-mata soal pergantian direksi,” jelasnya.

Dia menyebut yang lebih penting adalah memastikan adanya langkah perbaikan yang konkret, seperti restrukturisasi proyek, efisiensi biaya, serta peningkatan tata kelola dan transparansi keuangan.

Selain itu, Pemerintah, Danantara dan BP BUMN juga perlu memastikan dukungan kebijakan yang tepat agar BUMN konstruksi bisa kembali sehat dan berdaya saing.

“Jadi, saya melihat ini sebagai momentum untuk evaluasi dan pembenahan, bukan hanya sekadar penyegaran struktur, tapi juga penguatan strategi bisnis ke depan,” pungkasnya.

Kinerja keuangan PT PP Persero Tbk (Persero/PTPP) anjlok signifikan dalam sembilan bulan di tahun ini. Pendapatan maupun laba BUMN konstruksi ini, terkoreksi cukup dalam.

Mengutip dari laporan keuangan PTPP yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (24/10/2025), laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, hingga kuartal III-2025 hanya tersisa Rp5,5 miliar. Atau terjun bebas 97,9 persen alias nyaris 100 persen, jika dibanding kuartal III-2024 yang masih tercatat Rp267,2 miliar. Alhasil, laba per saham dasar tersisa Rp1 dari episode sama tahun sebelumnya yang masih Rp43 per saham. 

Pun demikian dengan pendapatan PTPP hingga kuartal III-2025, babak belur ke level Rp10,7 triliun, jauh di bawah periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp14 triliun. Bisa jadi karena sepi proyek dan melambatnya perekonomian.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan ikut turun menjadi Rp9,12 triliun ketimbang kuartal III-2024 yang mencapai Rp12,3 triliun. Alhasil, laba kotor PTPP mengalami penurunan tipis menjadi Rp1,61 triliun, dari sebelumnya Rp1,65 triliun.

Sementara dari pos beban usaha, justru membengkak menjadi Rp595,3 miliar, kerugian penurunan nilai juga naik menjadi Rp224,9 miliar, beban keuangan naik menjadi Rp1,5 triliun.

Untuk laba ventura bersama mengalami penurunan menjadi Rp642,1 miliar, bagian laba entitas asosiasi turun menjadi Rp33,6 miliar.

Dan, pendapatan lainnya naik Rp994 miliar. Lalu, dikurangi beban lainnya yang naik menjadi Rp590,2 miliar dan beban pajak final turun menjadi Rp272,7 miliar, maka laba sebelum pajak turun menjadi Rp45,8 miliar dari Rp100,5 miliar.

Jika dikurangi beban pajak penghasilan bersih yang naik Rp30,5 miliar, maka laba tahun berjalan hingga kuartal III-2025, menciut jadi Rp15,2 miliar dari kuartal III-2024 yang mencapai Rp23,07 miliar.

Adapun total aset hingga kuartal III-2025 menjadi Rp55,5 triliun, ketimbang aset akhir 2024 yang sebesar Rp56,5 triliun.

Total aset PTPP per 30 September 2025, sebesar Rp55,52 triliun, atau turun 1,88 persen dari Rp56,58 triliun per Desember 2024.

Sedangkan liabilitas dan ekuitas PTPP per September 2025, masing-masing tercatat Rp40,22  triliun dan Rp15,29 triliun.

Topik
Komentar

Visited 7 times, 1 visit(s) today