Sebuah terobosan hukum yang tidak biasa baru saja terjadi di Argentina. Pengadilan setempat secara resmi memberikan perlindungan hukum kepada dua ekor ikan mas koki setelah mengakui keduanya sebagai makhluk hidup yang memiliki hak.
Kasus unik ini menimpa Fede dan Magui, dua ikan mas koki yang selama ini menghuni sebuah akuarium kaca kecil di bagian depan sebuah restoran sushi di kawasan elite Buenos Aires. Saban hari, keberadaan dua makhluk kecil ini nyaris luput dari perhatian orang dewasa, kecuali sesekali menjadi tontonan anak-anak yang gemar mengetuk dinding kaca akuarium mereka.
Namun, nasib Fede dan Magui berubah total setelah seorang pencinta lingkungan mengamati kondisi tempat tinggal mereka yang dinilai jauh dari kata layak.
Berawal dari Etalase Restoran yang Berisik
Akuarium tempat Fede dan Magui dipajang ternyata diletakkan di posisi yang rentan. Setiap hari, air di dalam wadah kaca itu terpapar terik sinar matahari langsung dan dihantam kebisingan arus lalu lintas jalanan.
Kondisi memprihatinkan ini memantik reaksi dari organisasi nirlaba Jaulas Vacías (Empty Cages). Tanpa ragu, organisasi yang fokus pada isu penolakan eksploitasi hewan (antispesiesisme) ini langsung menyeret pemilik restoran ke meja hijau.
“Siapa pun yang lewat dan menyempatkan diri untuk berhenti sejenak, pasti bisa melihat bahwa tempat itu sama sekali tidak layak untuk seekor ikan,” tegas pengacara Jaulas Vacías, Matías Trufero, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (18/7/2026).
Jaulas Vacías, yang kini telah menyelamatkan lebih dari 200 ekor hewan, menilai perlakuan pihak restoran terhadap Fede dan Magui telah melanggar Undang-Undang Nomor 14.346 di Argentina. Aturan tegas ini mengatur tentang sanksi pidana bagi siapa saja yang melakukan tindakan penyiksaan dan kekejaman terhadap hewan.
Ibarat Beruang Kutub di Dalam Sauna
Berbekal argumen ilmiah dari sejumlah spesialis, Jaulas Vacías menyusun berkas gugatan yang kuat. Hasilnya memuaskan. Hakim pengadilan langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan perintah darurat: Fede dan Magui harus segera dievakuasi ke habitat yang lebih manusiawi. Beruntung, pihak manajemen restoran bersikap kooperatif dan tidak mengajukan banding atas putusan tersebut.
Carlos José Aga, salah satu spesialis yang ikut serta dalam misi penyelamatan ini, memberikan analogi yang cukup menampar. Pria yang akhirnya menawarkan diri untuk mengadopsi kedua ikan itu menyebut bahwa mengurung ikan di akuarium pajangan pinggir jalan sama kejamnya dengan menyiksa hewan besar.
“Kurang lebih sama saja dengan menaruh dua ekor beruang kutub di dalam kandang yang diletakkan di dalam ruangan sauna,” cetus Aga memberikan perbandingan kasar.
Pindah Rumah ke Tangki Raksasa 2.500 Liter
Melalui ketukan palu hakim, Fede dan Magui akhirnya resmi ‘pindah rumah’. Mereka dievakuasi dari akuarium sempit berkapasitas 40 liter ke sebuah tangki air raksasa berkapasitas 2.500 liter yang terletak di kediaman pribadi Aga. Putusan pengadilan juga mengunci status hukum bahwa kedua ikan ini akan berada di bawah perawatan penuh sang adopsi secara permanen.
Menurut Aga, merawat ikan sebenarnya tidak bisa sembarangan. Mahkluk air ini membutuhkan lingkungan yang sangat presisi agar metabolisme tubuhnya tidak rusak.
“Ikan itu seperti astronaut. Mereka bepergian di dalam lingkungannya sendiri dengan pemantauan ketat terhadap seluruh parameter vital. Ketika mereka tiba di suatu tempat, kondisi biologis itu harus direproduksi dengan sangat akurat. Jika tidak, ketidakseimbangan lingkungan bisa menurunkan imunitas mereka,” jelas Aga panjang lebar.
Kini, setelah melewati drama meja hijau yang melelahkan, Fede dan Magui bisa berenang dengan lega di rumah barunya tanpa perlu stres mendengar klakson jalanan.
“Sekarang kondisi mereka sudah jauh lebih baik,” ucap Aga dengan nada lega.














