Dilema AHY Punya Nama Yudhoyono: Getir dan Kadang Ingin Protes

Dilema AHY Punya Nama Yudhoyono: Getir dan Kadang Ingin Protes

Vonita Medium.jpeg

Selasa, 4 November 2025 – 00:35 WIB

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi pembicara dalam Peluncuran Buku

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi pembicara dalam Peluncuran Buku “The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY” karya Merry Riana di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025) malam.(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku tidak mudah bagi dirinya dan keluarga untuk menyandang nama besar Yudhoyono.

Ia menyebut ada beban moral yang harus dijaga agar nama tersebut tetap harum di mata publik.

Hal itu disampaikan AHY saat menjadi pembicara dalam peluncuran buku “The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY” karya Merry Riana di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025) malam.

“Saya ingin menghadirkan sebuah refleksi, bahwa tidak selalu mudah untuk menyandang nama Yudhoyono. Saya, adik saya dan keluarga kecil kami tentu tidak selalu mudah untuk menyandang nama besar Yudhoyono,” kata AHY.

Menurut menilai di balik kemuliaan yang diterima keluarga Yudhoyono, tidak jarang dirinya mendapat pandangan miring dari sebagian pihak. Ketika berhasil meraih prestasi, banyak yang menilai keberhasilannya semata karena nama besar sang ayah.

Akan tetapi, ketika berada di situasi sulit, cibiran pun datang.

“Walaupun tentu kami sangat bersyukur karena banyak kemuliaan yang kami dapatkan dalam perjalanan hidup. Tapi ketika mendapatkan hal-hal baik, ada pencapaian atau prestasi, kemudian biasanya langsung dilengkapkan karena beruntung punya nama Yudhoyono. Tapi sebaliknya ketika mengalami kegagalan atau kekalahan juga dicibir dan dipersalahkan karena dianggap tidak bisa menjaga nama besar Yudhoyono,” ujarnya.

AHY mengaku kondisi tersebut sempat membuat dirinya merasa getir dan ingin protes. Namun, ia kemudian menyadari bahwa pengalaman itu merupakan bagian dari doa sang ayah, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Tentu getir dan kadang ingin protes. Tetapi setelah saya menyadari mungkin ini adalah jawaban Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa atas doa yang telah dipanjatkan oleh kedua orang tua kami, khususnya ayah kami, Bapak SBY,” tuturnya.

AHY menambahkan, doa itu berisi harapan agar anak-anak SBY tidak diberikan jalan hidup yang mudah, namun tantangan yang dapat menguatkan mereka.

“Oleh karena itu kami akhirnya tersenyum dan menerima itulah takdir kami,” ungkapnya.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today