Dimas Seto Geram Lihat Kakek Penjual Baju Dihujat Warganet: Perasaan Saya Ikut Hancur

Dimas Seto Geram Lihat Kakek Penjual Baju Dihujat Warganet: Perasaan Saya Ikut Hancur

Aktor Dimas Seto ikut menyoroti kisah seorang kakek penjual pakaian yang mendapat hujatan saat melakukan siaran langsung di TikTok. Dimas mengaku sedih sekaligus geram melihat kakek tersebut tetap berusaha mencari nafkah meski harus menghadapi komentar negatif dari sejumlah warganet.

Kisah tersebut bermula dari aktivitas akun TikTok Toko Pa Pitono, yang diketahui telah memiliki sekitar 359 ribu pengikut. Dalam siaran langsungnya, sang kakek menawarkan berbagai jenis pakaian, mulai dari baju hingga celana kulot.

Namun, aktivitas berjualan tersebut justru mendapat komentar yang dinilai berlebihan dari sejumlah pengguna media sosial. Salah satunya menuding pakaian yang dijual sang kakek merupakan barang bekas.

Sang kakek kemudian memberikan klarifikasi dengan bahasa yang tetap sopan. Ia menjelaskan bahwa seluruh pakaian yang dijual merupakan barang baru.

“Walaupun pakaian yang kakek jual tidak terlalu bagus, tetapi baju yang kakek jual tidak dari got dan bukan barang bekas. Sungguh yang kakek jual barang baru semua. Mohon maaf. Silakan dilewatkan saja live kakek kalau memang tidak suka,” tulisnya.

Respons tersebut justru membuat kisah sang kakek semakin mendapat perhatian. Alih-alih membalas hujatan dengan kemarahan, ia memilih memberikan penjelasan dan meminta pengguna yang tidak tertarik untuk melewati siaran langsungnya.

Dimas Seto Ikut Terpukul

Kisah tersebut kemudian dibagikan oleh Dimas Seto melalui akun Instagram pribadinya, @dimasseto_1. Dimas mengaku tidak mampu menyembunyikan perasaannya setelah melihat bagaimana seorang kakek yang sedang berusaha mencari nafkah justru menjadi sasaran komentar kasar.

“Sedih, marah, dan perasaan saya ikut hancur setelah melihat postingan ini,” tulis Dimas.

Menurut Dimas, aktivitas berjualan bukanlah pekerjaan mudah. Di balik sebuah siaran langsung, ada orang yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan hidup dan mendapatkan penghasilan melalui cara yang halal.

“Sebagai pedagang, kadang kita cuma ingin berbagi produk, menawarkan apa yang kita punya, sambil berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal,” lanjutnya.

Dimas menilai masyarakat seharusnya tidak terburu-buru menghakimi seseorang hanya berdasarkan apa yang terlihat di media sosial. Menurut dia, setiap orang memiliki cerita dan perjuangan yang belum tentu diketahui orang lain.

Ajak Warganet Lebih Bijak Berkomentar

Dimas juga mengajak warganet untuk lebih berhati-hati ketika menyampaikan komentar di media sosial. Ia mengingatkan bahwa perkataan yang dianggap sebagai candaan oleh seseorang bisa berdampak besar bagi orang lain.

“Melihat bapak ini, saya jadi kepikiran mungkin kita enggak tahu cerita lengkap di balik kehidupan orang lain,” ujarnya.

Ia kemudian memberikan semangat kepada masyarakat yang sedang berjuang mencari nafkah, termasuk mereka yang menjalani pekerjaan sederhana dan tidak memiliki kehidupan sempurna.

“Buat teman-teman yang juga sedang berjuang, semangat terus. Enggak harus sempurna, yang penting terus berusaha dan tetap jalan,” kata Dimas.

Menurutnya, selama pekerjaan dilakukan dengan cara yang baik dan halal, perjuangan seseorang layak mendapatkan penghargaan dan dukungan.

“Buat saya pribadi, selama caranya baik dan halal, rasanya perjuangan seperti ini layak untuk kita support,” pungkasnya.

Unggahan Dimas Seto tersebut turut menjadi pengingat mengenai pentingnya menjaga etika saat berinteraksi di ruang digital. Media sosial memang memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapat, tetapi kebebasan tersebut tetap perlu diiringi empati dan penghormatan terhadap orang lain.

Visited 3 times, 2 visit(s) today