Selebgram Tasyi Athasyia membawa dugaan pencurian barang miliknya ke jalur hukum. Ia melaporkan seorang karyawan ke polisi setelah menemukan sejumlah barang branded miliknya diduga dicuri dan dijual kembali dengan nilai kerugian mencapai lebih dari Rp500 juta.
Tasyi mengungkap persoalan tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @tasyiiathasyia. Ia mengatakan hal yang paling membuatnya terpukul bukan semata-mata kehilangan barang, melainkan dugaan penyalahgunaan kepercayaan oleh orang yang selama ini bekerja dekat dengannya.
“Kronologis pencurian barang oleh karyawan terdekat aku. Nilainya lebih dari 1/2 miliar,” tulis Tasyi.
Ia melanjutkan, “Ya Allah Ya Rob, sedih bukan karena barangnya. Tapi sakit karena kepercayaan yang dirusak.”
Menurut Tasyi, dugaan pencurian tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar satu tahun. Ia pertama kali menyadari adanya barang yang hilang setelah proses renovasi walk-in closet selesai sekitar awal Maret.
Saat hendak menata kembali koleksi tasnya, Tasyi mendapati sekitar lima tas miliknya tidak berada di tempat. Namun, ketika itu ia memilih tidak mencari tahu lebih jauh.
“Pas enggak ketemu, aku sudah ikhlasin. Aku enggak cari tahu lagi. Aku mikir kalau memang rezeki, enggak akan ke mana,” ungkapnya.
Seiring waktu, jumlah barang yang tidak ditemukan semakin banyak. Tasyi masih belum mencurigai adanya dugaan pencurian hingga sebuah notifikasi email membuka petunjuk baru.
Terbongkar dari Notifikasi Email
Tasyi menjelaskan, seluruh anggota timnya menggunakan akun email pada perangkat iMac yang sama. Pada suatu kesempatan, salah satu anggota tim menerima notifikasi dari akun email milik karyawan yang diduga terlibat.
Notifikasi tersebut menunjukkan adanya transaksi penjualan barang. Setelah diperiksa, barang yang terjual ternyata merupakan sepatu milik Tasyi.
Kecurigaan kemudian semakin menguat setelah tim menelusuri riwayat email tersebut. Mereka menemukan sejumlah bukti transaksi yang diduga berkaitan dengan barang-barang milik Tasyi yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Tasyi menyebut setidaknya 12 barang telah ditemukan jejak penjualannya. Sebagian besar barang tersebut diduga dijual melalui sumber yang sama.
Dari penelusuran tersebut, Tasyi baru mengetahui bahwa barang-barangnya diduga telah dijual secara bertahap selama kurang lebih satu tahun.
Kepercayaan yang Diberikan Berujung Kekecewaan
Tasyi mengaku semakin kecewa karena karyawan yang diduga terlibat disebut memberikan keterangan yang berubah-ubah ketika dimintai penjelasan.
Ia juga merasa memiliki hubungan kepercayaan dengan karyawan tersebut. Menurut Tasyi, karyawan itu sebelumnya tidak memiliki banyak pengalaman dan menerima gaji sekitar Rp1 juta di tempat kerja sebelumnya.
Setelah bekerja dengannya, penghasilan karyawan tersebut disebut meningkat hingga di atas upah minimum regional (UMR). Tasyi juga mengaku memberikan bonus serta sejumlah fasilitas.
Kondisi tersebut membuat Tasyi merasa terpukul. Ia mengatakan pernah mengalami pengalaman buruk setelah difitnah oleh karyawan sebelumnya. Pengalaman itu membuatnya membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk kembali mempercayai orang lain.
“Jujur trauma, ya Allah. Dulu aku pernah difitnah sama karyawan. Butuh waktu lebih dari tiga tahun untuk aku bisa percaya lagi sama orang,” tulisnya.
Tasyi Pilih Tempuh Jalur Hukum
Setelah menemukan sejumlah bukti, Tasyi memutuskan menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian. Ia berharap proses hukum dapat memberikan kejelasan dan menjadi pembelajaran bagi pihak yang terlibat.
Menurut Tasyi, persoalan tersebut bukan hanya mengenai nilai barang yang hilang. Ia juga menyoroti jumlah barang yang diduga diambil secara berulang.
“Aku bukan mikirin barangnya, cuma jujur karena mencurinya hampir 12 barang, which is 12 kali, jatuhnya bahaya kalau enggak dikasih efek jera,” tegasnya.
Tasyi berharap laporan yang telah dibuat dapat dikawal hingga proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Ia juga berharap kasus tersebut menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali dialami oleh dirinya maupun orang lain.
Dalam perkara ini, dugaan pencurian masih merupakan berdasarkan keterangan Tasyi dan proses hukum masih berjalan. Status hukum pihak yang dilaporkan serta pembuktian mengenai barang-barang yang diduga hilang akan bergantung pada hasil penyelidikan dan penyidikan kepolisian.













