Ditahan Imbang Tim Zona Degradasi, Liverpool Diejek Suporter

Ditahan Imbang Tim Zona Degradasi, Liverpool Diejek Suporter

Liverpool harus puas bermain imbang 1-1 melawan Burnley yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi, dalam laga yang berlangsung di Anfield pada Sabtu (17/1).

Pelatih Liverpool, Arne Slot maklum dengan kekecewaan suporter yang datang untuk melihat The Reds mencetak gol dan merayakan kemenangan di kandang.

“Di kepala saya itu bukan siulan ejekan, tetapi bentuk frustrasi,” kata Slot usai pertandingan yang dikutip melalui situs resmi klub pada Minggu.

Hasil imbang tersebut menjadi yang keempat secara beruntun bagi Liverpool di Liga Inggris musim ini.

“Kami harus memberi pujian kepada Burnley atas cara bertahan, menyapu bola dari garis gawang. Namun, jika kami sebagai Liverpool tidak lagi kecewa hanya bermain imbang di kandang melawan Burnley, maka ada sesuatu yang benar-benar salah. Saya sepenuhnya memahami frustrasi itu. Saya juga merasakannya, dan para pemain jelas merasakan hal yang sama seperti para suporter,” jelasnya.

Meski berstatus juara bertahan, The Reds kini tertinggal tujuh poin dari tiga besar klasemen sementara, setelah kembali gagal mengonversi dominasi permainan menjadi kemenangan.

Jalannya pertandingan

Liverpool yang mendominasi penguasaan bola dengan catatan 73 persen berbanding 27 persen milik Burnley, mendapat hadiah penalti pada menit ke-32 akibat pelanggaran yang dilakukan terhadap Cody Gakpo di kotak terlarang. Namun eksekutor Liverpool, Dominik Szoboszlai gagal membobol gawang Burnley.

Tuan rumah baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-42. Dari situasi kemelut di depan gawang Burnley, Curtis Jones mengirim bola untuk dikonversi menjadi gol oleh Florian Wirtz.

Namun keunggulan Liverpool hanya bertahan sampai menit ke-65. Burnley mampu menyamakan kedudukan saat Florentino Luis mengirim umpan kepada Marcus Edwards, yang kemudian mampu menaklukkan kiper Alisson untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Liverpool harus berbenah

Slot menilai gol tersebut sebenarnya sudah bisa diantisipasi, mengingat adanya tanda peringatan sebelumnya.

“Saya pikir ada satu tanda peringatan besar ketika kami hampir mencetak gol bunuh diri. Peluang itu dan gol yang kami kebobolan berasal dari situasi yang serupa,” ujar Slot.

Lebih lanjut, pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa standar Liverpool jauh lebih tinggi daripada sekadar tidak kalah. Dia mengakui hasil yang kurang maksimal membuat para pemain kesulitan merasakan perkembangan, meski performa di lapangan menunjukkan peningkatan.

“Sulit bagi para pemain untuk merasa bahwa kami berkembang jika hasilnya tidak seperti yang kami inginkan. Standar kami lebih tinggi daripada sekadar tidak kalah. Standar kami adalah memenangkan setiap pertandingan,” pungkas Slot.

Visited 7 times, 1 visit(s) today