Ekonom tak Yakin Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4 Persen, Purbaya Punya Jurus Melawan Arus

Ekonom tak Yakin Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4 Persen, Purbaya Punya Jurus Melawan Arus

Clara Medium.jpeg

Selasa, 23 September 2025 – 23:09 WIB

Pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025). (Foto: Dok Setneg).

Pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025). (Foto: Dok Setneg).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tahun depan, pemerintah mencanangkan target pertumbuhan ekonomi nasional bisa 5,4 persen. Sesuai Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2026. Naik 0,2 persen ketimbang target pertumbuhan tahun ini.  

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin pesimistis tahun depan terjadi pertumbuhan ekonomi 5,4 persen. Alasannya, banyak faktor yang membuat pencapaian target itu, sulit diwujudkan. “Target 5,4 persen pada 2026, terlampau tinggi dan berat sekali itu,” ujar Wijayanto, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Alasan Wija, sapaan akrabnya, kondisi fiskal yang cukup berat, akibat rendahnya penerimaan negara, tak sebanding dengan kewajiban pemerintah membayar utang jatuh tempo, serta bunganya. “Selain itu, tren deindustrialisasi dan dominasi sektor informal terus berlanjut, sementara daya beli masyarakat semakin terpuruk,” kata Wija.

Selain itu,lanut Wija, minat investasi masih lemah, karena kondisi ekonomi yang belum kondusif dan kepastian hukum yang menurun. Di mana, sikap pemerintah dianggap belum melakukan modifikasi terhadap tiga program prioritas yang dianggap boros anggaran dan berdampak terbatas bagi ekonomi, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KopDes Merah Putih.

“Situasi ekonomi global yang dinamis membuat target tersebut semakin sulit diwujudkan, tentunya dengan asumsi Badan Pusat Statistik menghitung dengan benar,” kata Wija.

Beda dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa yang cukup optimistis mampu meroketkan ekonomi Indonesia dalam waktu cepat. Manisnya lagi, dia menjamin tak perlu menambah utang baru yang sudah bikin berat anggaran.

Purbaya mengaku punya banyak jurus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melesat bak anak panah yang lepas dari busurnya. Dipastikan, jurus-jurus itu segera dijalankan dengan jumlah APBN yang telah ditetapkan, tanpa menambah utang baru.

“Kalau saya lihat ke depan, harusnya kita enggak akan terpaksa menambah utang lebih karena saya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan lebih cepat. Sehingga dengan APBN yang sama, saya akan mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan pendapatan pajak yang lebih tinggi,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2025).

Berdasarkan UU APBN 2026 yang baru disahkan, defisit anggaran tahun depan adalah Rp689,1 triliun atau 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka hasil revisi itu naik 0,2 persen dibandingkan RAPBN 2026, tapi masih dalam batas defisit 3 persen sesuai UU Keuangan Negara.

Kendati demikian, Purbaya menegaskan tetap akan melihat realisasi pertumbuhan ekonomi di semester I 2026. Hal itu dipastikan akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pemerintah, termasuk soal utang.

“Kalau ekonominya kekencengan, ya enggak usah kebanyakan utang, tapi kalau ekonomi butuh stimulus ya kita kasih stimulus dari ekonomi dan mungkin dalam hal itu harus menambah utang. Jadi, batas-batas utang itu harusnya enggak rigid, tapi tergantung pada kondisi ekonomi,” tegas Purbaya.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today