Ekonomi AS Pancarkan Sinyal Positif, Rupiah Tergelincir ke Level Rp16.798

Ekonomi AS Pancarkan Sinyal Positif, Rupiah Tergelincir ke Level Rp16.798

Ikhsan Medium.jpeg

Kamis, 8 Januari 2026 – 22:23 WIB

Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.798 per dolar AS pada Kamis (8/1/2026). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.798 per dolar AS pada Kamis (8/1/2026). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Mata uang Garuda kembali kehilangan tenaga di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026), nilai tukar rupiah bergerak melemah 18 poin atau setara 0,11 persen ke posisi Rp16.798 per dolar AS, tergerus dari penutupan sebelumnya di level Rp16.780.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai tekanan terhadap rupiah kali ini dipicu oleh sentimen eksternal yang cukup kuat. Rilis data ekonomi terbaru dari Negeri Paman Sam menunjukkan aktivitas bisnis yang kembali bergeliat, memberikan amunisi bagi dolar AS untuk menekan mata uang negara berkembang.

Kejutan Data Ekonomi AS

“Data ekonomi AS menunjukkan aktivitas bisnis membaik. Pasar tenaga kerja di sana juga memperlihatkan tanda-tanda yang lebih solid dari perkiraan pasar,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Salah satu indikator utamanya adalah lonjakan Purchasing Managers’ Index (PMI) Jasa ISM yang naik signifikan dari 52,6 menjadi 54,4. Angka ini jauh melampaui ekspektasi analis yang hanya mematok di angka 52,3.

Tak hanya itu, sektor ketenagakerjaan AS juga menunjukkan stabilisasi. Laporan Automatic Data Processing (ADP) mencatat penggajian swasta meningkat sebesar 41 ribu pada Desember. Meski sedikit di bawah estimasi 47 ribu, angka ini merupakan perbaikan nyata dibandingkan bulan November yang sempat mencatatkan kehilangan pekerjaan sebesar 29 ribu.

Pasar Menanti Data NFP

Di sisi lain, laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) per November 2025 memperlihatkan penurunan lowongan kerja menjadi 7,14 juta. Hal ini mengindikasikan adanya pendinginan bertahap dalam permintaan tenaga kerja, namun belum cukup kuat untuk meredam keperkasaan dolar.

Ibrahim menambahkan, para pelaku pasar kini mengambil sikap waspada menanti data krusial berikutnya. “Fokus pasar selanjutnya tertuju pada Klaim Pengangguran Awal mingguan dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Desember yang akan dirilis Jumat (9/1/2026) besok,” jelasnya.

Sejalan dengan pasar spot, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatatkan pelemahan. Mata uang RI tersebut tergelincir ke level Rp16.801 per dolar AS, melemah dari posisi hari sebelumnya yakni Rp16.785.

Visited 4 times, 1 visit(s) today