Skandal pemain naturalisasi yang menimpa Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kian mempermalukan sepak bola negeri jiran.
Dalam dokumen resmi bertajuk “Football Association of Malaysia – Disciplinary Decision” tertanggal 6 Oktober 2025, FIFA membuktikan bahwa FAM memalsukan data kelahiran leluhur tujuh pemain naturalisasi agar mereka memenuhi syarat membela tim nasional Malaysia.
Data Asli vs Dokumen Palsu
Berdasarkan hasil investigasi Komite Disiplin FIFA (Decision FDD-24394), ditemukan perbedaan mencolok antara data kelahiran asli dan data yang diserahkan FAM.
Daftar perbandingan data kelahiran kakek/nenek pemain:
1. Facundo Garcés
Nama leluhur: María Belen Concepción Martín
Tempat lahir (versi FAM): Malacca, Malaysia
Tempat lahir asli (hasil investigasi FIFA): Santa Cruz de la Palma, Spanyol
2. Rodrigo Holgado
Nama leluhur: Omar Eli Holgado Gardon
Tempat lahir (versi FAM): George Town, Malaysia
Tempat lahir asli (hasil investigasi FIFA): Caseros, Buenos Aires, Argentina
3. Imanol Machuca
Nama leluhur: Carlos Rogelio Fernandez
Tempat lahir (versi FAM): Penang, Malaysia
Tempat lahir asli (hasil investigasi FIFA): Villa María Selva, Santa Fé, Argentina
4. Joao Figueiredo
Nama leluhur: Concepción Agueda Alaniz
Tempat lahir (versi FAM): Penang, Malaysia
Tempat lahir asli (hasil investigasi FIFA): Roldán, Argentina
5. Jon Irazabal
Nama leluhur: Gregorio Irazabal y Lamiquiz
Tempat lahir (versi FAM): Kuching, Sarawak, Malaysia
Tempat lahir asli (hasil investigasi FIFA): Villa de Guernica y Luno, Vizcaya, Spanyol
6. Hector Hevel
Nama leluhur: Hendrik Jan Hevel
Tempat lahir (versi FAM): Malacca Straits Settlements, Malaysia
Tempat lahir asli (hasil investigasi FIFA): The Hague, Belanda
7. Gabriel Palmero
Nama leluhur: Nair de Oliveira
Tempat lahir (versi FAM): Johor, Malaysia
Tempat lahir asli (hasil investigasi FIFA): Abre Campo, Brasil
Dalam laporan investigasi, FIFA menulis:
“Berdasarkan bukti yang ada, Sekretariat FIFA dengan yakin menyimpulkan bahwa dokumen yang diajukan oleh FAM telah dipalsukan. Para pemain menggunakan dokumen ini untuk menghindari regulasi FIFA agar bisa bermain bagi tim nasional
Sanksi Resmi FIFA
Hasil investigasi tersebut menjadi dasar Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada FAM dan tujuh pemain warisan Malaysia, antara lain:
Denda kepada FAM: CHF 350.000 (sekitar Rp7,3 miliar)
Denda individu pemain: CHF 2.000 (sekitar Rp43 juta)
Skorsing: 12 bulan larangan aktivitas sepak bola di seluruh dunia
Dampak dan Langkah Lanjutan
Meskipun sanksi sudah dijatuhkan, FIFA belum mengeluarkan keputusan apakah Timnas Malaysia akan menerima hukuman lanjutan seperti penghapusan poin atau diskualifikasi dari Kualifikasi Piala Asia 2027.
FAM telah menyatakan akan mengajukan banding ke Komite Banding FIFA, dan siap melanjutkan ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Swiss jika keputusan tidak berubah.
Gelombang Kritik ke FAM
Kasus ini memperburuk krisis kepercayaan terhadap FAM yang sebelumnya juga mengalami peretasan situs resmi (CMS) dan tekanan publik akibat skandal naturalisasi ini.
Publik Malaysia mengecam keras tindakan federasi yang dinilai merusak reputasi sepak bola nasional di mata dunia.














