‘Gaspol’ 34 Proyek Waste to Energy, Gunung-gunung Sampah bakal Jadi Sumber Listrik

‘Gaspol’ 34 Proyek Waste to Energy, Gunung-gunung Sampah bakal Jadi Sumber Listrik

Vonita Medium.jpeg

Senin, 12 Januari 2026 – 22:30 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita/HO-BPMI Setpres).

Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita/HO-BPMI Setpres).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan menggeber 34 proyek waste to energy demi menuntaskan persoalan gunung sampah di kota-kota Indonesia.

“Tahun ini dalam waktu dekat, saya diberi laporan kita akan mulai 34 proyek Waste to Energy, yaitu sampah kita ubah, kita bersihkan menjadi listrik. Ini sangat penting karena kita butuh sekarang membersihkan sampah kita dari kota-kota kita,” kata Prabowo saat meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Menurut Prabowo, kondisi tempat pembuangan di berbagai kota bukan sekadar masalah estetika atau bau, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan publik dan lingkungan. Jika tak ditangani cepat, tumpukan sampah bisa memicu banjir, mencemari sungai, hingga menjadi sumber penyakit.

“Sampah itu sudah menumpuk luar biasa. Ini sudah akan menjadi bencana. Belasan tahun tidak bisa kita wujudkan proyek sampah yang baik. Kita sekarang akan mulai 34 proyek, tendernya dibuka mungkin hari-hari ini. Tapi ini butuh waktu 2 tahun sampai berfungsi,” ujarnya.

Senada, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq membeberkan tujuh titik prioritas yang sudah digarap Danantara sebagai operator, tindak lanjut Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

“Ya ini kan dilakukan bertahap (di) seluruh lokasi ya. Ada tadi Bapak (Presiden Prabowo) meminta ada 33 lokasi,” ujar Hanif usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

“Sebenarnya kalau diakumulasinya sampai hari ini, (ada) 7 karena kan gabung ya, beberapa kabupaten dijadikan satu. Total kabupatennya ada 33,” jelasnya.

Hanif menuturkan verifikasi lapangan rampung dan pembangunan fisik mulai bergerak. “Hari ini Danantara sedang proses untuk bangunannya,” tambahnya.

Ia mengingatkan, proyek besar ini tidak akan menoleransi cara lama berupa pembakaran sampah sembarangan.

“Jadi selama itu masih ada kegiatan pembakaran, ilegal dumping, maka (dia) tidak mungkin masuk sistem penilaian Adipura, sehingga dia akan berstatus kota kotor,” sambungnya tegas.

Sekadar catatan, persoalan sampah ini bukan omong kosong. Sejumlah kota besar memang sudah lama kewalahan mengelola gunungan sampah. TPA yang mendekati kapasitas, drainase yang tersumbat hingga memicu banjir, dan kebiasaan pembakaran liar membuat situasi makin genting.

Di beberapa daerah, lindi dari tumpukan sampah mencemari sungai dan memicu penyakit, sementara proyek pengolahan sampah modern selama bertahun-tahun mandek di level wacana dan studi tanpa pernah benar-benar beroperasi optimal.

Visited 5 times, 1 visit(s) today