Direktur festival film Jose Luis Rebordinos mengikuti protes yang menuntut diakhirinya serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina, di San Sebastian, Spanyol, Rabu (24/9/2025). (Foto: Anadolu Agency)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gemuruh protes atas genosida di Gaza, Palestina, kini tak hanya menggema di jalanan, tetapi juga merasuk ke ruang-ruang seni dan budaya. Di San Sebastian, Spanyol, sebuah demonstrasi besar-besaran pecah pada Rabu (24/9/2025), bertepatan dengan digelarnya Festival Film Internasional San Sebastian. Aksi ini menjadi panggung bagi suara perlawanan yang melibatkan beragam elemen, mulai dari pejabat pemerintah hingga sineas dan aktor terkemuka.
Salah satu yang paling disorot adalah kehadiran Menteri Kebudayaan Spanyol Ernest Urtasun. Keikutsertaannya dalam aksi protes ini menunjukkan bahwa kecaman terhadap tindakan brutal Israel sudah menjadi sikap resmi pemerintah, bukan sekadar respons publik.
Mengutip Anadolu Agency, Kamis (25/9/2025), aksi yang bertajuk ‘Untuk Mengenang Hind Rajab dan Anak-Anak yang Dibunuh’ ini menjadi momen yang sangat emosional. Hind Rajab adalah gadis Palestina berusia 5 tahun yang tewas akibat serangan militer Israel. Kisah pilunya diangkat dalam film dokumenter berjudul The Voice of Hind Rajab, yang diputar di festival tersebut.
Saat film selesai, tepuk tangan panjang dan isak tangis memenuhi bioskop, menjadi bukti betapa kisah Hind Rajab mampu menyentuh hati penonton. Tak hanya itu, aktor dan aktris yang membintangi film ini, Motaz Malhees dan Saja Kilani, tampil di karpet merah dengan mengenakan lencana bertuliskan ‘Hentikan genosida’ dan pin bendera Palestina. Mereka bergabung dengan sineas lain dalam aksi protes, menunjukkan bahwa seni dan aktivisme bisa berjalan beriringan.
Para demonstran membawa spanduk-spanduk berisi pesan yang lugas dan kuat, seperti ‘Hentikan genosida, sinema bersama Palestina’ dan ‘Bantuan mendesak untuk Gaza’. Aksi ini menjadi pengingat bagi dunia bahwa isu kemanusiaan di Palestina tidak boleh dilupakan, bahkan di tengah gemerlap festival film.
Sejak Oktober 2023, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 65.300 warga Palestina, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Pengeboman tanpa henti telah membuat Gaza tidak layak huni, memicu kelaparan, dan menyebarkan penyakit. Demonstrasi di San Sebastian ini menjadi salah satu dari sekian banyak suara yang menuntut keadilan bagi Palestina, menunjukkan bahwa kesadaran global terhadap isu ini semakin meluas dan menguat.














