Lorenzo saat balapan di Assen (Foto: Instagram / jorgelorenzo99)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dominasi pabrikan Jepang di MotoGP kini tinggal kenangan. Sejak 2023, Honda dan Yamaha seolah kehilangan taji, tercecer di dasar klasemen konstruktor, dan dipaksa menonton pesta kemenangan Ducati, Aprilia, hingga KTM.
Padahal, jika bicara sejarah, kedua pabrikan ini adalah penguasa dengan total 39 gelar kelas utama. Namun, faktanya Honda terakhir juara lewat Marc Marquez pada 2019, sementara Yamaha mulai puasa gelar sejak kesuksesan Fabio Quartararo pada 2021.
Jorge Lorenzo, sang legenda yang pernah mencicipi kursi di kedua tim tersebut, menilai keterpurukan ini adalah fase yang tak terelakkan demi perubahan besar.
“Terkadang Anda harus mengorbankan hasil jangka pendek untuk memulai proyek V4 baru, tentu hal itu tidak bisa dihindarkan,” kata Jorge Lorenzo dilansir dari Crash, Sabtu (18/4/2026).
Lorenzo mendesak Yamaha agar tak terlena dengan memori manis era dirinya dan Valentino Rossi. “Yamaha harus sesegera mungkin mendapatkan pengalaman, serta memiliki masa depan yang lebih cerah. Mereka harus memikirkan itu,” ucapnya.
Meski sekarang babak belur, Lorenzo masih percaya pada kekuatan finansial dan rekam jejak raksasa Jepang tersebut untuk bangkit.
“Saya berpikir Honda dan Yamaha akan selalu kembali. Mereka itu sangat kuat. banyak sejarah, banyak anggaran. Jadi, cepat atau lambat mereka akan kembali ke arah sana. Lihat saja pada musim lalu, Honda semakin kuat,” lanjut Lorenzo.
Perubahan regulasi mesin menjadi 850cc dan penggunaan ban Pirelli pada 2027 dianggap Lorenzo sebagai “pintu darurat” bagi Jepang untuk mengejar ketertinggalan dari pabrikan Eropa. Namun, sebelum itu terjadi, ia meminta Jepang tetap waspada pada progres Aprilia yang makin gila.
Lorenzo memang menyebut Ducati sebagai opsi teraman saat ini, namun ia dibuat terkesan oleh manuver Aprilia selama tes musim dingin.
“Saya menyukai Aprilia, mereka lebih memfokuskan pada performa motor yang lebih banyak memiringkan daripada pabrikan lain di tikungan. Hal ini terjadi seperti pada Moto2 dan Moto3. Betapa ringkasnya motor itu, di tikungan mereka (Aprilia-red) luar biasa,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














