Pelatih kepala Italia, Luciano Spalletti, menyaksikan pertandingan Kualifikasi FIFA 2026 antara Italia dan Moldova di Stadion Mapei pada 9 Juni 2025 di Reggio Emilia, Italia. (Foto: Giuseppe Maffia/NurPhoto via Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Setelah resmi memecat Igor Tudor, Juventus langsung bergerak cepat mencari pelatih baru. Dua nama kini muncul sebagai kandidat terkuat: Luciano Spalletti dan Raffaele Palladino, menurut laporan sejumlah media Italia seperti Fabrizio Romano dan Matteo Moretto.
Pemecatan Tudor diumumkan pada Senin (27/10/2025) pagi waktu setempat setelah Juventus menelan tiga kekalahan beruntun dan gagal mencetak gol dalam empat laga terakhir. Sementara posisi pelatih sementara akan diisi oleh Massimiliano Brambilla, pelatih tim muda Juventus NextGen, untuk laga Serie A melawan Udinese di Allianz Stadium, Rabu mendatang.
Spalletti Si Veteran Taktik
Luciano Spalletti, pelatih berpengalaman yang terakhir menangani tim nasional Italia, disebut menjadi kandidat utama. Ia dipecat FIGC pada Juni lalu setelah gagal membawa Italia tampil konsisten di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pelatih berusia 66 tahun itu memiliki rekam jejak gemilang di Serie A, termasuk membawa Napoli menjuarai Scudetto 2022/2023, titel liga pertama klub tersebut sejak era Diego Maradona.
Juventus menilai Spalletti sebagai sosok yang mampu menata kembali tim dan mengembalikan “DNA juara” setelah periode penuh gejolak di bawah Tudor dan Thiago Motta.
Palladino Jadi Opsi Modern
Nama kedua yang masuk radar adalah Raffaele Palladino, pelatih muda berusia 41 tahun yang baru saja meninggalkan Fiorentina di akhir musim lalu lewat kesepakatan bersama.
Palladino dikenal dengan pendekatan taktik modern dan gaya menyerang progresif yang sempat memukau saat menangani Monza. Ia dinilai cocok untuk proyek jangka panjang Juventus yang ingin mengandalkan pemain muda seperti Kenan Yildiz, Samuel Iling-Junior, dan Nicolo Fagioli.
Tudor Tinggalkan Catatan Buruk
Tudor hanya memimpin Juventus selama tujuh bulan, menggantikan Thiago Motta pada Maret 2025. Dari 24 pertandingan, ia hanya mencatat 10 kemenangan, 6 imbang, dan 8 kekalahan.
Lebih buruk lagi, Juventus belum menang sejak pertengahan September dan kini tertahan di peringkat ke-8 klasemen Serie A dengan 12 poin dari delapan pertandingan.
Meski kontraknya masih berlaku hingga Juni 2027, keputusan pemecatan tetap diambil untuk menghentikan tren negatif dan menghindari krisis lebih dalam.
Laga Penting Menanti
Sambil menunggu keputusan final soal pelatih baru, Juventus akan menghadapi Udinese di kandang sendiri pada Rabu (29/10/2025).
Brambilla akan memimpin tim utama untuk pertama kalinya, dan laga ini bisa jadi momentum penting untuk memutus rangkaian delapan pertandingan tanpa kemenangan.














