Invasi Mobil China Kian Menggila di Pasar Indonesia

Invasi Mobil China Kian Menggila di Pasar Indonesia

Dominasi mobil asal China di pasar otomotif Indonesia kian tak terbendung. Popularitas jajaran kendaraan roda empat dari Negeri Tirai Bambu ini terus meroket tajam. Fenomena tersebut tecermin jelas dari volume penjualan grosir (wholesale) secara kumulatif yang melesat hingga 73,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang paruh pertama tahun ini, dibarengi dengan lonjakan pangsa pasar yang signifikan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), saat ini sudah ada 17 pabrikan otomotif asal China yang resmi terdaftar sebagai anggota. Sepanjang semester pertama tahun ini, belasan pabrikan tersebut sukses menggelontorkan total wholesale kumulatif sebanyak 78.662 unit kendaraan ke pasar domestik. 

Kinerja kinclong ini otomatis mendongkrak pangsa pasar mobil China di Indonesia menjadi 18 persen, naik tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang baru menyentuh angka 12 persen.

Kedigdayaan BYD dan Kejutan dari Jaecoo

Raksasa otomotif BYD sejauh ini masih kokoh memimpin peta persaingan sesama pabrikan China. BYD sukses membukukan penjualan sebanyak 23.257 unit, atau melonjak 65 persen dari tahun sebelumnya. Berkat pertumbuhan dua digit yang sangat agresif ini, BYD berhasil merangsek naik dan mengamankan posisi sebagai merek mobil terlaris kelima secara nasional.

Kejutan besar justru datang dari Jaecoo. Submerek dari grup Chery ini melaporkan angka penjualan yang fantastis mencapai 17.334 unit, sekaligus mengukuhkan diri sebagai merek China terlaris kedua di bawah BYD. Popularitas SUV listrik Jaecoo J5 yang laku belasan ribu unit menjadi motor utama keberhasilan ini. 

Prestasi tersebut membawa Jaecoo mencetak sejarah sebagai merek ‘termuda’ yang sukses menembus daftar 10 besar merek terlaris nasional, padahal usianya belum genap dua tahun berkiprah di aspal Indonesia.

Merek Lawas dan Pendatang Baru Kompak Melesat

Selain BYD dan Jaecoo, mayoritas pabrikan asal China lainnya juga melaporkan lonjakan penjualan yang luar biasa sepanjang paruh pertama tahun ini. 

Pertumbuhan eksponensial ini sebagian didorong oleh basis penjualan semester pertama tahun lalu yang masih rendah, mengingat saat itu sebagian besar merek masih berada dalam tahap awal pengenalan produk ke konsumen Tanah Air.

Tercatat, Geely menorehkan pertumbuhan paling gila-gilaan mencapai 866 persen dengan penjualan sebanyak 8.424 unit. Langkah impresif ini diikuti oleh Jetour yang melonjak 457 persen menjadi 1.525 unit, serta GWM yang ikut menggemuk 177 persen dengan torehan 1.445 unit.

Siap Guncang Panggung GIIAS Akhir Bulan Ini

Memasuki paruh kedua tahun ini, gurita bisnis pabrikan China dipastikan bakal kian mencengkeram erat pasar Indonesia. Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) kini tengah bersiap melancarkan strategi ekspansi lanjutan, terutama memanfaatkan momentum pameran otomotif terbesar di Tanah Air, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), yang akan dibuka akhir bulan ini.

Sederet merek mapan seperti Wuling, Changan, Baic, DFSK, hingga iCar dijadwalkan bakal merilis amunisi mobil baru mereka untuk memikat konsumen. 

Tak hanya itu, panggung GIIAS tahun ini juga akan menjadi saksi peluncuran dua merek raksasa pendatang baru asal China yang siap meramaikan persaingan, yakni Zeekr dan Leapmotor.

Visited 1 times, 1 visit(s) today