Jalan Putus dan Sekolah Lumpuh, Puan Dorong Percepatan Rekonstruksi Banjir Sumut

Jalan Putus dan Sekolah Lumpuh, Puan Dorong Percepatan Rekonstruksi Banjir Sumut

Reyhaanah Medium.jpeg

Kamis, 27 November 2025 – 13:11 WIB

Ratusan rumah terendam banjir di wilayah Tapanuli Tengah, Sumut, Selasa (25/11/2025). (Foto: Antara)

Ratusan rumah terendam banjir di wilayah Tapanuli Tengah, Sumut, Selasa (25/11/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua DPR RI Puan Maharani  mendorong percepatan rekonstruksi infrastruktur dasar, terutama jalan nasional dan jembatan yang rusak berat, buntut peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, pemulihan harus dilakukan dengan prinsip build back better agar lebih tahan bencana.

“Segera relokasi sementara sekolah dan jalur alternatif logistik agar pemulihan pendidikan dan ekonomi tidak tertunda,” kata Puan dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).

Puan menilai bencana di Sumatera Utara telah menghambat aktivitas vital masyarakat. Karena itu, ia meminta Pemerintah menyiapkan bantuan pemulihan ekonomi, termasuk bagi petani dan pelaku UMKM yang kehilangan akses pasar.

“Sekali jalan terputus, sekolah tak bisa diakses, petani dan UMKM tak bisa angkut hasil. DPR akan mengawal setiap meter jalan, setiap anak kembali ke sekolah, dan setiap petani bisa angkut lagi hasil panen,” tegasnya.

Puan menegaskan, tanggung jawab negara tidak berhenti pada penyaluran bantuan darurat. Pemulihan infrastruktur vital harus menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali pulih.

“DPR akan mengawasi realisasi pemulihan infrastruktur dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa ditinggalkan saat bencana. Negara harus hadir ketika rakyat membutuhkan. DPR akan terus mengawal proses penanggulangan bencana di Sumatera Utara hingga tahap rehabilitasi,” tandasnya.

Diketahui, sedikitnya 24 orang meninggal dunia usai bencana banjir dan longsor melanda 11 kabupaten/kota di Sumatra Utara (Sumut). Sejumlah wilayah yang terdampak di antaranya Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Sibolga, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Selatan (Tapsel). Angka korban tewas hari ini bertambah dari hari sebelumnya yang sebanyak 13 orang.

Selain korban meninggal dunia, korban luka tercatat sebanyak 43 orang dan lima orang masih dalam pencarian. Kondisi terparah terjadi di wilayah Tapteng, dimana tercatat sebanyak 1.902 bangunan rumah mengalami kerusakan

Bencana melanda Provinsi Sumut terjadi sejak diguyur hujan deras selama dua hari 24-25 November 2025 dan mengakibatkan banjir disertai tanah longsor. Hingga saat ini petugas gabungan masih terus melakukan pencarian korban serta mengevakuasi korban di lokasi bencana.
 

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today