Penampakan LRT CIty Bekasi yang digarap PT Adhi Commuter Property Tbk (ADCP) akhirnya menuai masalah karena mangkrak. Sebanyak 2.400 konsumennya menuntut pengembalian dana atau refund. (Foto: ANTARA/HO-ADCP).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kini ada harapan bagi 2.400 konsumen LRT City yang pembangunannya mangkrak. Badan Pengatur (BP) BUMN mengupayakan pengembalian dana atau refund secepatnya.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengaku telah memanggil seluruh Direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk, selaku induk usaha PT Adhi Commuter Property Tbk (ADCP) yang bertanggung jawab atas mangkraknya proyek LRT City, pada Selasa (11/8).
Dalam pertemuan itu, Dony meminta para Direksi ADHI untuk segera menyelesaikan masalah yang dihadapi ribuan konsumen LRT City. Dikutip dari Instagram @bumn_id, Rabu (12/8/2026), pertemuan antara Dony dengan Direksi ADHI, membahas persoalan dan keluhan masyarakat soal penyelesaian proyek LRT City.
Langkah ini untuk memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat ditanggapi dengan cepat dan tepat.
BP BUMN dan Danantara pun meminta Adhi Karya untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan keluhan masyarakat, memperkuat komunikasi dengan penghuni dan pemangku kepentingan, serta memastikan pengelolaan kawasan berjalan secara bertanggung jawab.
Pembangunan proyek harus selesai secara fisik. Hal ini juga perlu diiringi dengan menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi masyarakat. Penyelesaian aspirasi dan keluhan konsumen dinilai penting agar pembangunan proyek menjadi bermanfaat serta bisa tetap menjaga kepercayaan publik.
Untuk diketahui, LRT City merupakan bagian dari pengembangan kawasan hunian terintegrasi yang terhubung dengan infrastruktur transportasi massal.
Sebelumnya, Dony mengaku belum tahu soal polemik apartemen LRT City yang akhir-akhir ini menjadi sorotan.
Apartemen LRT City sendiri adalah proyek yang dibangun ADCP yang tiba-tiba dihentikan pengerjaannya. Ternyata, keuangan ADCP sedang payah-payahnya sehingga tak mampu menyelesaikan proyek tersebut.
“(Pak Dony sudah tahu soal polemik Apartemen LRT City mangkrak?) Belum,” kata Dony pada Kamis (30/7/2026).
Kemudian, Dony menanyakan proyek pembangunan yang mana. Setelah dijelaskan, ia mengatakan akan mengeceknya.
“Yang mana tuh? (Yang diminta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait datang) Oh bukan sama saya, nanti saya cek,” ujarnya.
Sebagai informasi, sejumlah proyek apartemen LRT City belum diserahterimakan kepada pembeli. Sebagian konsumen masih harus membayar cicilan KPA, meski pembangunan proyek belum selesai.
Di sisi lain, beberapa konsumen berusaha mengajukan pengembalian dana tetapi belum memperoleh kepastian karena kondisi keuangan ADCP disebut sedang mengalami tekanan.
ADCP Lempar Handuk
Tak sedang bercanda, Direktur Utama ADCP, Indra Syahruzza Nasution mengakui finansial perusahaan, saat ini, berada di bawah tekanan.
Alhasil, perseroan kesulitan memenuhi permintaan pengembalian dana atau refund dari konsumen apartemen yang hingga kini terlantar. Pernyataan itu disampaikan Indra saat audiensi dengan perwakilan konsumen LRT City, disaksikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta.
Perwakilan konsumen yang mewakili 2.440 pembeli unit dari 12 proyek apartemen ADCP, mendesak seluruh dana yang telah disetor dapat dikembalikan.
Indra yang baru menjabat Dirut ADCP, mengaku berat untuk menuruti tuntutan konsumen, “Dari sisi performa keuangan, likuiditasnya sudah sangat jeblok. Jadi kalau mau refund, kayaknya susah,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan hingga Juni 2026, arus kas operasional perusahaan tercatat minus sekitar Rp900 juta. Nilai tersebut, diperkirakan bengkak dari bulan ke bulan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











