Moncernya Performa BUMN di Bawah Danantara, Jadi Bukti Kinerja Positif Pemerintahan Prabowo

Moncernya Performa BUMN di Bawah Danantara, Jadi Bukti Kinerja Positif Pemerintahan Prabowo

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 12 Agustus 2026 – 22:14 WIB

Wisma Danantara di Jakarta. (Foto: Antara)

Wisma Danantara di Jakarta. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Paruh pertama tahun ini, kinerja sejumlah BUMN bergerak di zona positif. Hal ini menjadi torehan prestasi dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Program konsolidasi dan transformasi BUMN yang dijalankan Danantara, sejak awal pembentukannya, mulai menunjukkan hasil yang konkret. Tercermin dari lonjakan laba bersih di hampir seluruh BUMN sektor strategis.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto mengatakan, kinerja positif terlihat di BUMN papan atas yang menunjukkan kinerja stabil.  

“Menurut saya, kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chip yang sedari dulu menjadi motor penggerak pendapatan dan laba total BUMN. Misalnya, kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telekomunikasi dan Pertamina,” ujar Toto di Jakarta, dikutip Rabu (12/8/2026).

Menurut Toto, kinerja BUMN di bawah Danantara, masih sangat berpotensi semakin meroket. Seiring langkah perampingan BUMN yang mendorong efisiensi jumlah perusahaan negara akan semakin efektif dan efisien.

Toto menilai perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining atau penataan dan konsolidasi perusahaan negara.
“Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan,” lanjut Toto.

Berdasarkan Laporan Keuangan Semester I-2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, PT Timah mencatatkan pertumbuhan laba paling dramatis di antara BUMN lainnya.

Perusahaan tambang pelat merah itu membukukan laba bersih Rp2,71 triliun, atau melonjak 804,7 persen dari sebelumnya yang hanya Rp300 miliar. Lonjakan itu, menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan yang sempat diragukan kinerjanya, kini benar-benar bangkit di bawah arahan transformasi Danantara.

Tak kalah signifikan, PT Pupuk Indonesia turut mencatatkan kinerja yang mentereng. Di mana, laba bersih perseroan tembus Rp8,51 triliun. Atau meroket 253 persen dibandingkan Semester I-2025 sebesar Rp2,41 triliun.

Di sektor semen, PT Semen Indonesia mencatat kenaikan laba 196,5 persen, dari Rp65,24 miliar menjadi Rp193,46 miliar. Hal ini merupakan sinyal positif bagi keberlanjutan sektor konstruksi dan infrastruktur nasional.

Sementara itu, PT Agrinas Palma Nusantara labanya tumbuh 150 persen menjadi Rp890 miliar. Mengonfirmasi keberhasilan konsolidasi sektor perkebunan strategis yang kini berada di bawah pengelolaan BUMN.

Pertumbuhan solid juga terlihat di sektor jasa keuangan dan logistik. Tercermin dari PT Pegadaian yang membukukan kenaikan laba 84,6 persen, menjadi Rp6,59 triliun. Disusul, PT Pelindo yang labanya tumbuh 60,4 persen, menjadi Rp2,57 triliun.

Tak mau kalah, PTPN IV PalmCo mencatatkan kenaikan laba 54 persen menjadi Rp3,23 triliun, sementara Bank Tabungan Negara (BTN) tumbuh 40,8 persen menjadi Rp2,40 triliun.

Bank Mandiri, sebagai salah satu bank pelat merah beraset terbesar di Tanah Air, turut mencatatkan pertumbuhan laba 24,3 persen, menjadi Rp30,41 triliun.

Catatan ini menunjukkan bahwa transformasi tidak hanya dirasakan BUMN berskala kecil-menengah, tetapi juga institusi keuangan raksasa yang sudah mapan sekalipun.

Adapun PT Pertamina Geothermal Energy mencatatkan pertumbuhan laba 15,5 persen, menjadi 79,61 juta dolar AS. Memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi bersih.

Yang tak kalah penting, sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi berhasil membalikkan keadaan pada semester ini. PT Krakatau Steel, yang lama menjadi simbol beban di sektor BUMN karya dan industri berat, berhasil keluar dari kerugian sekitar Rp1,74 triliun, menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar.

Hal serupa terjadi pada PT Kimia Farma, yang berbalik dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar. Kedua pembalikan ini dinilai penting secara simbolis, mengingat keduanya kerap dianggap sebagai representasi persoalan struktural yang membelit BUMN selama bertahun-tahun.

Rangkaian capaian tersebut memberikan modal ekonomi yang kuat menjelang tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo. Pemerintah dinilai memiliki bukti konkret bahwa reformasi struktural terhadap BUMN, mulai dari konsolidasi ratusan entitas di bawah satu payung Danantara hingga penegakan disiplin operasional dan tata kelola, bukan sekadar wacana, melainkan kebijakan yang telah menunjukkan hasil terukur.

Perbandingan Laba BUMN Semester I-2025 dengan Semester I-2026:

1. PT Timah: Rp300 miliar → Rp2,71 triliun: Naik 804,7%
2. PT Pupuk Indonesia: Rp2,41 triliun → Rp8,51 triliun: Naik 253%
3. PT Semen Indonesia: Rp65,24 miliar → Rp193,46 miliar: Naik 196,5%
4. PT Agrinas Palma Nusantara: Rp356 miliar → Rp890 miliar: Naik 150%
5. PT Pegadaian: Rp3,57 triliun → Rp6,59 triliun: Naik 84,6%
6. PT Pelindo: Rp1,60 triliun → Rp2,57 triliun: Naik 60,4%
7. PTPN IV PalmCo: Rp2,10 triliun → Rp3,23 triliun: Naik 54%
8. BTN: Rp1,70 triliun → Rp2,40 triliun: Naik 40,8%
9. Bank Mandiri: Rp24,46 triliun → Rp30,41 triliun: Naik 24,3%
10. PT Pertamina Geothermal: US$68,93 juta→ US$79,61 juta: Naik 15,5%
11. PT Krakatau Steel berbalik dari rugi sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150–185 miliar.
12. PT Kimia Farma berbalik dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today