Ilustrasi toko plastik (Foto: Dok. Binusan).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Lonjakan harga bahan baku plastik berbasis minyak bumi mulai memukul pedagang dan pelaku UMKM di berbagai daerah, mulai dari Bekasi hingga Subang. Kenaikan harga global yang mencapai 30 hingga 40 persen membuat harga plastik di pasar tradisional melonjak drastis.
Zainuddin (47), pedagang di Pasar SBS Bekasi, mengungkapkan harga dari distributor kini berubah hampir setiap hari. Hal ini membuatnya kesulitan saat akan menyetok barang karena modal yang dibutuhkan terus membengkak.
“Tiap hari naik terus. Malam nanya harga sekian, besok pagi sudah berubah lagi. Kita yang pusing, keder (bingung) setiap mau belanja stok baru dikasih pricelist baru terus,” keluh Zainuddin, Jumat (27/3/2026).
Kondisi serupa terjadi di Subang. Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Pemkab Subang, M. Irwan, membenarkan adanya gangguan pasokan global yang membuat harga plastik polos wadah makanan melonjak dari kisaran Rp30.000–Rp35.000 menjadi Rp40.000–Rp50.000 per kilogram.
”Kenaikannya tinggi, saat kami melakukan pengecekan di berbagai pasar tradisional,” kata Irwan.
Direktur Public Private Partnership for Sustainable Plastic and Waste Management, Veera Kwanloetchit, menjelaskan, harga plastik dunia telah melompat dari 1.100 dolar AS per ton menjadi 1.400 dolar AS, dan berpotensi menyentuh 1.600 dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh meroketnya bahan baku seperti polyethylene dan polypropylene.
Dampak domino ini dirasakan langsung oleh pelaku UMKM seperti Yono (45), pedagang bakso di Bekasi. Meski harga plastik kresek dan kiloan naik sekitar Rp4.000 per item, ia memilih tidak menaikkan harga jual dagangannya.
“Ya terdampak, plastik pada naik semua gitu. Harga kresek sebelumnya itu Rp6.000 sekarang menjadi Rp9.000. Harga plastik kiloan yang biasanya Rp6.000 sekarang Rp11 ribu. Saya nggak bisa naikin (harga dagangan) dikarenakan udah sepakat seporsi segitu,” ujar Yono.
Untuk mempertahankan pelanggan, para pedagang eceran seperti Zainuddin pun terpaksa mengambil margin keuntungan yang sangat tipis.
“Kalau saya sih nggak ambil untung banyak-banyak. Kayak kemarin, orang jual Rp10 ribu, saya masih jual Rp9.500. Saya nahan harga dulu biar orang tetap beli, tetap ramai,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














