Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah (kiri) saat menyampaikan rilis surveinya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai apresiasi positif dari masyarakat. Survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) mengungkap lebih dari dua pertiga publik menyatakan kepuasan terhadap kinerja sang pemimpin.
“Publik menyatakan bahwa mereka puas terhadap Presiden Prabowo Subianto juga cukup tinggi ya. 16 persen menyatakan sangat puas dengan kinerja Presiden, kemudian 51 persen menyatakan puas,” kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).
Dedi membeberkan sejumlah alasan di balik tingginya tingkat kepuasan tersebut. Masyarakat menilai Prabowo sebagai sosok pemimpin yang tegas dan berwibawa, sekaligus konsisten menjalankan program-program yang dianggap pro-rakyat.
“Program kerja memihak kepada masyarakat, mendukung pemberantasan korupsi, berpengalaman di pemerintahan, memberikan bantuan sosial, sampai kemudian ada program makan bergizi gratis (MBG),” tuturnya.
Dari sekian banyak program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul sebagai kebijakan yang paling disorot publik. Survei mencatat 7,1 persen responden secara spesifik menyebut MBG sebagai alasan kepuasan, sementara 54 persen menilai program ini berjalan dengan baik.
“Dari banyaknya program-program baru di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang masuk didominasi sebagai alasan kepuasan publik terhadap Presiden adalah makan bergizi gratis,” ungkap Dedi.
Ia menambahkan, program MBG tidak hanya sekadar urusan perut, melainkan juga memiliki dampak politik yang signifikan. “Jadi secara politik saya kira MBG berperan untuk meningkatkan kesadaran publik terkait dengan kinerja Presiden,” sambungnya.
Survei nasional ini digelar pada 9–17 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi. Metode yang digunakan adalah Stratified Multistage Random Sampling (SMRS) dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.










