TPA ‘Open Dumping’ Picu Mikroplastik Terbang ke Awan, Turun Lagi ke Jakarta Lewat Hujan

TPA ‘Open Dumping’ Picu Mikroplastik Terbang ke Awan, Turun Lagi ke Jakarta Lewat Hujan

Reza Medium.jpeg

Rabu, 22 Oktober 2025 – 03:00 WIB

Ilustrasi - Pemulung memilah sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Antara/Muhammad Zulfikar)

Ilustrasi – Pemulung memilah sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Antara/Muhammad Zulfikar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq membeberkan, fenomena adanya kandungan mikroplastik di air hujan yang turun di Jakarta ternyata dipicu tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), dibiarkan terbuka tanpa diolah lebih lanjut. Sampah plastik yang hanya ditimbun itu perlahan terurai menjadi partikel sangat halus.

“Kan pernah saya bilang, Jabodetabek kan membuang sampahnya pakai dumping kan, jadi ditimbun aja di TPA. TPA-nya tidak segera ditutup sehingga begitu panas, hujan terurai dia menjadi mikron. Mikron itulah bisa disebut dengan mikroplastik,” kata Hanif di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).

Partikel mikroplastik yang sangat ringan itu, lanjut Hanif, kemudian mudah terbawa angin. Partikel itu naik ke atmosfer, terkondensasi dalam awan, dan akhirnya jatuh kembali ke bumi bersama air hujan.

“Pada saat angin kencang kebawa, kemudian naik ke atas, turun hujan, terkondensasi dan seterusnya. Yang di air nggak kalah bahayanya karena sampah plastiknya nggak segera ditangani,” ungkap dia.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah berencana menggenjot program pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Sejumlah wilayah penyangga Jakarta sudah ditargetkan untuk segera membangun fasilitas ini.

“Jangka panjang kan, Bekasi sudah menjadi target waste energy. Kemudian, Tangerang juga waste energy, Bogor juga waste energy. Jakarta juga target, tapi sampai hari ini tanahnya belum siap,” ujarnya.

Hanif menegaskan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) menjadi langkah strategis untuk mengatasi tumpukan sampah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Ia mendesak agar program ini segera diwujudkan mengingat kondisi pencemaran di Jakarta sudah cukup mengkhawatirkan.

“Kalau kita tidak segera tangani ya tadi. Selain pencemaran air, ya pencemaran udara melalui mikroplastik. Nggak usah didebat lagi, pasti. Nggak usah teliti lagi, yang paling penting bagaimana sampah itu segera kita atasi,” imbuhnya
 

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today