Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (Dok. KKP)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pembangunan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT), diproyeksikan menyumbang devisa hingga 285 juta dolar AS atau sekitar Rp4,85 triliun!
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut proyeksi tersebut didapat berdasarkan kajian awal Balai Besar Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.
Dari total investasi Rp7,2 triliun, tambak udang Waingapu juga diperkirakan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumba Timur sebesar 34,7 persen, dari sekitar Rp7,8 triliun menjadi Rp10,5 triliun.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) Nyoman Radiarta, menambahkan bahwa tambak udang terintegrasi Waingapu juga bakal menyedot ribuan tenaga kerja
“Proyek ini berpotensi menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja, baik pada fase konstruksi maupun operasional. Perputaran upah di tingkat lokal, diperkirakan mencapai Rp260 miliar per tahun,” kata Nyoman dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Menurut dia, dampak sosial yang dihasilkan juga signifikan, termasuk meningkatkan kesejahteraan bagi 35.280 jiwa pekerja termasuk keluarganya.“Tambak ini berpotensi mengangkat 55 persen penduduk miskin keluar dari kemiskinan struktural,” ujarnya.
Proyek Super Strategis
Kawasan tambak udang Waingapu berlokasi di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawal, Kabupaten Sumba Timur, NTT.
Proyek strategis ini diharapkan menjadi model budidaya udang berkelanjutan dengan penerapan praktik akuakultur terbaik.
Proyek ini dikembangkan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF), kawasan ini mencakup pembangunan sarana hulu hingga hilir seperti intake air laut, tandon utama, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas industri pendukung, serta pengadaan peralatan dan mesin.
Dengan luas lahan sekitar 2.150 hektare dan lahan terbangun 1.361 hektare, kawasan ISF Waingapu diproyeksikan mampu menghasilkan 52.000 ton udang per tahun.
Adapun kebutuhan investasi mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun, terdiri atas Rp6,1 triliun dari pinjaman luar negeri dan Rp1,1 triliun rupiah murni pendamping (RMP).
Pemerintah menargetkan proyek ini dapat sepenuhnya rampung dalam tiga tahun.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














