Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet. (Foto: Dok. Fraksi PKS).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Satu tahun pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dinilai berpihak pada rakyat, hal ini dapat dilihat dari pengalokasian anggaran yang menunjukkan komitmen kuat terhadap visi kedaulatan pangan.
“Peningkatan alokasi anggaran ketahanan pangan yang mencapai Rp155,2 triliun pada tahun 2025 dan diproyeksikan naik menjadi Rp164 triliun pada tahun 2026, merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (19/10/2025).
Ia menambahkan, langkah Prabowo dinilai konkret. Sejumlah data disebutkan mendukung optimisme ini, seperti stok beras pemerintah yang hampir mencapai 3,9 juta ton dan Nilai Tukar Petani (NTP) yang menembus 124,36. Kebijakan penyaluran pupuk subsidi langsung ke petani juga diapresiasi.
“Presiden Prabowo telah menunjukkan langkah nyata dalam mengemban marwah kedaulatan pangan berpihak pada petani, nelayan, dan peternak. Kebijakan pupuk langsung ke petani menjawab keluhan klasik soal kelangkaan pupuk dan menjadi terobosan penting,” jelas Slamet.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih mengemuka. Slamet menyoroti harga pangan yang masih cenderung tinggi untuk beberapa komoditas, seperti beras, gula, daging, dan kedelai. “Kestabilan pasokan belum otomatis menjamin harga terjangkau bagi rakyat, terutama menjelang musim paceklik,” tegasnya.
Ia juga menyebut masih banyak pekerjaan rumah, seperti rendahnya kepemilikan lahan petani dan ketergantungan impor untuk komoditas seperti bawang putih, kedelai, dan daging sapi.
Dia menekankan pentingnya kebijakan pangan yang tidak hanya berorientasi jangka pendek, tetapi juga memastikan keadilan, keberlanjutan, dan kemandirian pangan nasional yang berbasis pada kekuatan lokal.














