Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Chelsea di Stamford Bridge membuat manajer Manchester City, Pep Guardiola, kian percaya diri menatap sisa musim.
Pelatih asal Spanyol itu bahkan melabeli duel krusial melawan Arsenal pada pekan depan di Stadion Etihad sebagai sebuah “laga final” dalam perburuan gelar juara Liga Inggris (Premier League).
Dalam lawatannya ke markas Chelsea pada akhir pekan lalu, tiga gol kemenangan The Citizens yang memecah kebuntuan pada babak kedua masing-masing disumbangkan oleh Nico O’Reilly, Marc Guehi, dan Jeremy Doku.
Tambahan tiga poin krusial ini membuat Man City kini hanya terpaut enam poin dari Arsenal di puncak klasemen, dan masih memiliki tabungan satu pertandingan yang belum dimainkan (game in hand). Mengingat Arsenal baru saja menelan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Bournemouth pada Sabtu (11/4), nasib perebutan gelar kini berada di tangan kedua tim.
Skenarionya sangat jelas: Man City akan keluar sebagai kampiun jika mampu menyapu bersih tujuh laga sisa dengan kemenangan.
Begitu pula sebaliknya, jika Arsenal mampu meraih rekor 100 persen kemenangan di enam laga terakhirnya, mereka yang akan mengangkat trofi.
Respek Tinggi untuk The Gunners
Meski melabeli laga melawan Arsenal sebagai final pembuktian, Guardiola mengingatkan skuadnya bahwa jalan menuju tangga juara tidak akan mudah hingga pekan terakhir.
“Arsenal adalah sebuah laga final,” tegas Guardiola. “Tetapi jangan katakan kepada saya bahwa (pertandingan melawan) Brentford [pada 9 Mei] akan berjalan mudah.”
Guardiola juga memberikan penghormatan tinggi atas konsistensi luar biasa yang ditunjukkan skuad asuhan Mikel Arteta tersebut musim ini. “Kita akan bermain melawan tim yang dalam 49 pertandingan hanya kalah tiga kali, dan di Liga Champions belum pernah kalah sekalipun,” pujinya.
Ia turut menyinggung momen ketika Man City sukses menundukkan Arsenal di final Carabao Cup sebelumnya.
“Di final Carabao Cup, kami sepenuhnya berstatus underdog. Tidak ada satu orang pun di negara ini yang berani bertaruh £1 bahwa kami akan tampil jauh lebih baik. Mungkin sekarang situasinya sedikit berbeda,” tambah eks manajer Bayern Munchen tersebut.
“Rasa hormat saya miliki untuk Arsenal dan apa yang telah mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir. Saya tahu manajernya, para pemainnya, kualitas mereka, dan bagaimana mereka bersaing dalam setiap situasi. Itulah tugas terbesar yang kami miliki. Mereka telah menjadi tim terbaik di negara ini, dan di Eropa sejauh ini. Mengalahkan Arsenal sekali saja sangat sulit—bayangkan mengalahkan mereka dua kali dalam beberapa minggu.”
Di sisi lain, Guardiola merasa timnya kini diuntungkan dari segi kebugaran.
“Kami memiliki minggu-minggu yang panjang sekarang karena kami sudah tersingkir dari Liga Champions, kami lebih segar, dan dalam latihan semua orang tahu persis apa yang harus mereka lakukan.”
Sanjungan untuk Rayan Cherki
Kemenangan gemilang di kandang Chelsea tidak lepas dari sentuhan magis pemain anyar mereka, Rayan Cherki. Rekrutan musim panas dari Olympique Lyon tersebut tampil brilian dengan menciptakan dua assist untuk gol pembuka O’Reilly dan gol kedua yang dicetak Guehi.
Menjalani musim debutnya di Inggris, Cherki kini telah mengemas 10 assist. Kendati tampil impresif, Guardiola menilai pemain muda tersebut masih bisa terus berkembang jika memperbaiki posisi penempatannya di lapangan.
“Rayan adalah talenta yang luar biasa,” puji Guardiola.
“Gol kedua, umpannya kepada Marc (Guehi) sangat memukau. Masalah bagi Rayan adalah terkadang ia bermain di posisi yang terlalu dekat dengan (Gianluigi) Donnarumma—talentanya seharusnya dimaksimalkan di sepertiga akhir lapangan. Lebih dekat dengan (Erling) Haaland, dan dekat dengan para pemain sayap.”
“Kami yang akan membawa bola kepadanya. Ia tidak perlu turun terlalu jauh ke area pertahanan sendiri. Dia masih sangat muda, dampaknya di Premier League pada musim pertamanya… dia sudah menjadi pemain yang luar biasa. Dia punya hasrat untuk menjadi lebih baik lagi. Itu akan berdampak bagus bagi City dan juga dirinya sendiri,” tutup Guardiola.













