Melawan Data BPS, Bos Bapanas Klaim Operasi Pasar Beras SPHP Efektif Turunkan Harga

Melawan Data BPS, Bos Bapanas Klaim Operasi Pasar Beras SPHP Efektif Turunkan Harga


Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengeklaim harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lebih murah ketimbang harga eceran tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp13.500-Rp15.500 per kilogram (kg).

“Perlu dicatat harga beras SPHP yang ada di Perum Bulog tidak berubah. Masih di bawah HET,” kata Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Kamis.

Dia menyebutkan, beras SPHP dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) kelas medium sebesar Rp13.500/kg. Misalnya, zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi) harga beras medium mencapai Rp12.500/kg. Untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan), harganya Rp13.100.kg. Dan zona 3 (Maluku, Papua), harga beras medium mencapai Rp13.500/kg.

Dikatakan Arief, kebijakan harga beras SPHP ini, tetap mengikuti HET terbaru sebesar Rp13.500/kg, merupakan hasil keputusan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kemenko Pangan yang dihadiri kementerian/lembaga terkait, dan menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat.

Dijelaskan, HET beras medium sesuai zona, secara rinci ditetapkan sebagai berikut. Untuk zona 1 sebesar Rp13.500/kg. Zona 2 sebesar Rp14.000/kg. Sedangkan zona 3 sebesar Rp15.500/kg

“Semua kebijakan harga, dalam hal ini keputusan terkait HET beras ini merupakan hasil kesepakatan Rakortas Kemenko Pangan yang dihadiri oleh kementerian/lembaga terkait, bukan keputusan sepihak,” ujar Arief.

Penetapan HET beras medium, kata dia, tetap mempertimbangkan keseimbangan antara petani, pedagang, dan konsumen. Sejauh ini, penyaluran beras oleh Perum Bulog berjalan sesuai dengan penugasan resmi pemerintah melalui Badan Pangan Nasional demi tetap menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas dilansir di Jakarta, Kamis pukul 11.18 WIB, harga beras premium secara nasional mencapai Rp15.965/kg, atau turun dari sebelumnya Rp16.081/kg.

Sedangkan beras medium berada di harga Rp13.860/kg, turun ketimbang sehari sebelumnya sebesar Rp13.954/kg. Untuk beras SPHP sebesar Rp12.555/kg.atau turun ketimbang kemarin sebesar Rp12.572/kg.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di pekan keempat Agustus 2025, harga rata-rata beras medium tertinggi di zona 1, melampaui HET sebesar Rp13.500/kg. Misalnya di Kabupaten Wakatobi harganya Rp17.765/kg, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebesar Rp17.754/kg, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sebesar Rp17.000/kg, Kabupaten Buton Utara sebesar Rp16.875/kg dan Kabupaten Morowali sebesar Rp16.842/kg.

Sedangkan 5 kabupaten/kota dengan rata-rata harga beras premium tertinggi di zona 1 dengan HET Rp14.900/kg adalah Kabupaten Wakatobi Rp19.544 per kg, Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar Rp18.895/kg, Kabupaten Buton Utara sebesar Rp18.750/kg, Kabupaten Dompu sebesar Rp18.000/kg, dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sebesar Rp18.000/kg.

Lima kabupaten kota dengan rata-rata harga beras medium tertinggi di zona 3 dengan HET sebesar Rp15.500/kg, adalah Kabupaten Intan Jaya sebesar Rp50.000/kg, Kabupaten Puncak sebesar Rp45.000/kg, Kabupaten Pegunungan Bintang sebesar Rp40.000/kg, Kabupaten Tolikara sebesar Rp30.000/kg dan Kabupaten Puncak Jaya sebesar Rp25.000/kg.

Selanjutnya 5 kabupaten dan kota dengan rata-rata harga beras premium tertinggi di zona 3 dengan HET sebesar Rp15.800/kg, adalah Kabupaten Intan Jaya sebesar Rp60.000/kg, Kabupaten Pegunungan Bintang sebesar Rp40.000/kg, Kabupaten Puncak Jaya sebesar Rp35.000/kg, Kabupaten Tolikara sebesar Rp31.250/kg dan Kabupaten Lanny Jaya sebesar Rp30.000/kg.

 

 

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today