MinyaKita Diduga Berbau Solar Beredar di Pasaran, DPR Minta Ditelusuri Pelakunya

MinyaKita Diduga Berbau Solar Beredar di Pasaran, DPR Minta Ditelusuri Pelakunya

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 1 Juli 2026 – 21:58 WIB

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB Nasim Khan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT KAI, Rabu (20/8/2025).(Foto: inilah.com/ Diana Rizky/Tangkapan Layar)

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB Nasim Khan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT KAI, Rabu (20/8/2025).(Foto: inilah.com/ Diana Rizky/Tangkapan Layar)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Mencuatnya minyak goreng merek MinyaKita yang berbau solar di 4 daerah di Jawa Tengah (Jateng), bikin heboh. Kasus ini tidak bisa dibiarkan, lakukan investigasi dan segera tangkap pelakunya.

“Jika benar ada MinyaKita yang berbau solar, pemerintah tidak boleh anggap kasus biasa. Produk pangan yang diduga terkontaminasi BBM, sangat membahayakan masyarakat. Lakukan investigasi dan tangkap pelakunya,” tegas Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur III yang meliputi Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi itu, meminta kementerian dan lembaga terkait segera melakukan penelusuran secara menyeluruh. Mulai dari proses produksi, pengemasan, penyimpanan, hingga distribusi.

Dia mengatakan, investigasi harus dilakukan dari hulu hingga hilir untuk memastikan titik terjadinya dugaan pencemaran. “Pemerintah melalui kementerian terkait perlu mengusut apakah pencemaran terjadi saat proses produksi, pengemasan, penyimpanan, atau distribusi. Hasil investigasi harus diumumkan secara transparan agar tidak menimbulkan kepanikan,” ujarnya.

Nasim menilai, temuan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan mutu MinyaKita. Intinya, tidak cukup hanya memastikan harga dan volume sesuai ketentuan, tetapi juga keamanan produk harus aman sebelum dikonsumsi masyarakat.

“Kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan kualitas tidak boleh hanya fokus pada harga dan volume, tetapi juga harus memastikan keamanan pangan sesuai standar,” katanya.

Kronologi MinyaKita Berbau Solar

Sebelumnya, ditemukan MinyaKita yang diduga berbau minyak tanah atau solar di Jateng. Pertama kali dilaporkan di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, pada pertengahan Juni 2026.

Produk MinyaKita diduga tidak sesuai takaran. (Foto: Antara/HO-Dittipideksus Bareskrim Polri)

Kemudian berlanjut ke Kabupaten Klaten, Karanganyar, hingga Sragen. Di Karanganyar, polisi sempat memeriksa lurah, perangkat kelurahan, ketua RT, dan sejumlah penerima bantuan untuk mendalami kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono mengatakan, penyidik masih mengembangkan hasil pemeriksaan terhadap para saksi.

“Akan kami lihat hasil pemeriksaan tersebut, akan kami kembangkan,” katanya.

Sementara di Sragen, warga Desa Gading, Kecamatan Tanon, berbondong-bondong mendatangi kantor desa untuk menukarkan MinyaKita bantuan.

Pemerintah desa bersama Bulog membuka layanan penukaran setelah menerima laporan dari masyarakat. Hingga Minggu siang (28/6/2026), sekitar 83 warga menukarkan minyak goreng yang diterima.

Atas temuan tersebut, Direktur PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Joko Mukti Wijaya selaku produsen MinyaKita, menarik seluruh produk yang diduga bermasalah dan menggantinya dengan produk baru.

Joko mengatakan, perusahaan masih menunggu hasil investigasi laboratorium untuk memastikan penyebab munculnya aroma menyerupai minyak tanah atau solar.

“Kemungkinan ada kontaminasi di penyimpanan atau pengangkutan. Kita masih investigasi sambil menunggu hasil lab (laboratorium),” ujar Joko,

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today