Mobil Terbakar di SPBU Cimahi, Diduga Angkut Galon BBM Ilegal

Mobil Terbakar di SPBU Cimahi, Diduga Angkut Galon BBM Ilegal

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 12 Oktober 2025 – 19:20 WIB

Mobil terbakar saat sedang mengantre bahan bakar di SPBU 34-40511, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Sabtu (11/10) pagi. (Foto: Pertamina)

Mobil terbakar saat sedang mengantre bahan bakar di SPBU 34-40511, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Sabtu (11/10) pagi. (Foto: Pertamina)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sebuah mobil terbakar saat sedang mengantre bahan bakar di SPBU 34-40511, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Sabtu (11/10) pagi.

Insiden ini diduga kuat disebabkan oleh adanya galon berisi bahan bakar minyak (BBM) yang diangkut di dalam kendaraan tersebut.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.20 WIB itu sempat menimbulkan kepanikan. Berdasarkan keterangan awal, api tiba-tiba muncul dari bagian dalam mobil pada saat proses pengisian BBM berlangsung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, mengonfirmasi kejadian tersebut.

“Kami mengapresiasi kesigapan petugas SPBU, tim pemadam kebakaran, dan aparat setempat dalam menangani kejadian ini sehingga api bisa langsung dipadamkan dan tidak menyebar,” ujar Susanto dalam keterangan resminya, Minggu (12/10).

Petugas SPBU dilaporkan langsung merespons dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebelum Tim Pemadam Kebakaran Kota Cimahi tiba di lokasi untuk memadamkan api sepenuhnya.

Akibat insiden ini, operasional SPBU 34-40511 dihentikan sementara. Namun, Pertamina memastikan pasokan BBM untuk masyarakat tetap aman dengan mengalihkannya ke tiga SPBU terdekat.

Kejadian ini kembali menyoroti bahaya dan pelanggaran terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi. 

Pertamina secara tegas mengimbau masyarakat agar bijak dan tidak melakukan penimbunan atau memperjualbelikan kembali BBM subsidi secara ilegal, yang tidak hanya melanggar hukum tetapi juga membahayakan keselamatan publik. Kasus ini sendiri masih dalam proses investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today