Nasib Dude Harlino, Brand Ambasador DSI yang Gagal Kembalikan Duit 4.545 Lender Rp1,3 Triliun

Nasib Dude Harlino, Brand Ambasador DSI yang Gagal Kembalikan Duit 4.545 Lender Rp1,3 Triliun

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 26 Desember 2025 – 11:07 WIB

Aktor sinetron Dude Herlino, Brand Ambassador Dana Syariah Indonesia (DSI). (Foto: Instagram).

Aktor sinetron Dude Herlino, Brand Ambassador Dana Syariah Indonesia (DSI). (Foto: Instagram).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bagi kalangan selebritis sebaiknya hati-hati ketika ditawari menjadi brand ambasador produk investasi. Mungkin setahun pertama, tak ada masalah. Tapi, tahun ke-4, 5 atau 6 ada masalah, namanya pasti terseret-seret.

Seperti dialami Dude Harlino, aktor sinetron sekaligus publik figur, menjadi sulit tidur nyenyak lantaran namanya dikaitkan dengan gagal bayar Dana Syariah Indonesia (DSI) kepada 4.545 lender senilai Rp1,3 triliun.  

Maklumlah, karena dia adalah Brand Ambassador DSI. Pastilah banyak pemilik dana yang mulanya tak tertarik, berbalik seratus delapan puluh derajat gara-gara mendengar bujuk-rayu Dude sebagai Brand Ambassador DSI.

Dikutip dari siniar ‘curhat bang Denny Sumargo’, Jumat (26/12/2025), suami Alyssa Soebandono itu, mengaku sekadar bertugas sebagai brand ambassador DSI. Urusan operasional maupun sistem internal perusahaan, dirinya tak terlibat. 

Selanjutnya, dia menjelaskan ihwal memutuskan menjadi brand ambassador DSI, karena sudah memiliki izin resmi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Yang saya sampaikan waktu itu, keterlibatan saya hanya sebagai brand ambassador,” ucapnya.

Masalah mencuat pada tahun ini, banyak lender mengeluhkan kesulitan menarik dana mereka. Sejak itu, Dude Harlino mengaku menerima banyak pesan langsung dari para investor yang meminta bantuan.

Sebagai figur publik, Dude merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan keluhan para lender. Banyak pesan yang masuk berisi cerita pilu terkait dana pensiun, biaya pengobatan, hingga pendidikan anak yang tertunda. “Membaca itu hati saya nggak tega, makanya saya bantu menyuarakan,” katanya.

Dude menyebut total dana yang tertahan kini mencapai Rp1,3 triliun, berasal dari lebih dari 4.500 lender yang tergabung dalam paguyuban. Ia menambahkan, sudah ada lima kali mediasi antara Dana Syariah dan perwakilan lender, namun hingga kini belum ada penyelesaian konkret yang memuaskan. “Yang dipertanyakan itu kejelasan penyelesaiannya seperti apa,” tambah Dude.

Dalam pertemuan terakhir, Dana Syariah sempat mentransfer Rp3,5 miliar kepada para lender. Jumlah ini dinilai kecil karena hanya sekitar 0,2 persen dari total dana yang tertahan.

Banyak lender menilai langkah tersebut tidak menyelesaikan masalah jangka panjang. Mereka menuntut transparansi terkait data borrower, aset, dan agunan yang dijanjikan sejak awal.

Dude Harlino juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem pengawasan yang dianggap gagal memberikan peringatan dini. Ia mempertanyakan bagaimana platform yang diawasi OJK bisa bermasalah secara bersamaan. “Pengawasan yang berjalan selama ini ternyata juga bermasalah,” tuturnya.

Ia menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi para lender semampu yang ia bisa. Dude berharap ada perhatian serius dari regulator dan pemangku kepentingan agar hak masyarakat dapat dikembalikan. “Saya akan terus menyuarakan ini,” tutup Dude Harlino.

Selanjutnya, Dude memilih mengambil langkah untuk membantu menyuarakan persoalan tersebut. “Saya merasa punya tanggung jawab moral untuk menyebarluaskan agar terdengar oleh pihak-pihak yang punya wewenang,” bebernya.

Ke depan, Dude berharap, ada solusi konkret agar pengembalian dana ribuan lender senilai Rp1,3 triliun. Diperlukan peran aktif dari berbagai pihak yang berwenang untuk mengawal proses penyelesaian.

“Saya memohon agar OJK dapat terus membantu memberikan arahan dan solusi. OJK saat ini sedang melakukan audit dan prosesnya masih berjalan. Semoga ini bisa dipercepat,” tuturnya.

Visited 5 times, 1 visit(s) today