Orang Berbakat Politik Kalah oleh Artis, Yusril Akui Perlunya Revisi UU Pemilu

Orang Berbakat Politik Kalah oleh Artis, Yusril Akui Perlunya Revisi UU Pemilu


Menteri Koordinator (Menko) bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakat Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah akan segera merevisi Undang-Undang (UU) Pemilu. Dirinya menyoroti sistem saat ini menjadikan orang-orang yang berbakat di bidang politik susah dikenal publik dan justru diisi oleh artis.

Hal ini disampaikan Yusril usai menghadiri rapat terbatas (ratas) dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2024) malam.

Yusril mengakui perlunya perbaikan sistem pemilu saat ini. Alasannya, orang yang ahli di bidang politik tidak mendapat cukup perhatian, sehingga akhirnya diisi oleh selebitas yang telah mendapat perhatian publik cukup banyak.

“Sistem sekarang ini membuat orang yang berbakat politik tidak bisa tampil ke permukaan. Maka diisi oleh para selebriti, diisi oleh artis, dan kita lihat ada kritik terhadap kualitas anggota DPR sekarang ini, dan pemerintah menyadari hal itu,” kata Yusril kepada wartawan.

Yusril menilai pemerintah tengah berencana melakukan perubahan terhadap UU Pemilu dan partai politik. Apalagi, sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan menghapus ketentuan ambang batas pencalonan presiden dan calon wakil presiden atau presidential threshold.

Selain itu, Yusril menyebut Prabowo pernah menegaskan perlu dilakukan reformasi politik saat awal masa pemerintahan.

“Supaya partisipasi politik itu terbuka bagi siapa saja, dan tidak hanya orang-orang yang punya uang, tidak saja mereka yang selebriti, artis yang menjadi politisi, tapi harus membuka kesempatan pada semua,” tambahnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today