Pakar Hukum Pidana Universitas Bung Karno, Hudi Yusuf, menilai Komisi III DPR RI terkesan tiarap dalam menyikapi kasus meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan saat demonstrasi, yang diduga terlindas mobil rantis Brimob.
“Menurut saya komisi III memang terkesan tiarap dalam menyikapi meninggalnya pengemudi ojol Affan Kurniawan, hal ini mungkin karena demo menyoroti kepentingan mereka sehingga mereka tiarap padahal mereka tidak boleh seperti itu, karena kasus hak mereka berbeda dengan kasus kematian Affan Kurniawan itu,” ujar Hudi ketika dihubungi Inilah.com, Kamis (4/9/2025).
Hudi menegaskan, kematian Affan Kurniawan merupakan persoalan hak asasi manusia (HAM) dan tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan politik anggota DPR.
“Mereka seyogyanya peka terhadap kasus kematian itu walau ‘kepentingan’ mereka terganggu oleh yang demo. Kematian itu masalah HAM dan ‘kepentingan’ mereka adalah kasus politik. Tentu saja hal ini tidak boleh dicampuradukan. Uang sebesar apapun tidak dapat menggantikan nyawa seseorang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hudi menilai Komisi III DPR RI perlu diisi oleh orang-orang dengan latar belakang hukum agar fungsi pengawasan dan pembentukan regulasi berjalan optimal.
“Menurut saya komisi III perlu diisi oleh praktisi hukum dan akademisi di bidang hukum, bukan mereka yang berlatar belakang pengusaha agar lebih mudah dalam menyesuaikan diri dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas dan pembentukan regulasi terkait hukum. Dapat dibayangkan apabila anggota komisi III isinya di luar itu tentu dapat terjadi ketidaksesuaian dalam merumuskan regulasi,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, salah satu anggota Komisi III DPR RI yang sempat menjadi sorotan adalah Ahmad Sahroni. Ia sempat dimutasi ke Komisi I DPR namun kini telah dinonaktifkan. Lalu, Sahroni di PAW dengan Rusdi Masse Mappasessu yang duduk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Sahroni menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang menyebut pihak pengusul pembubaran DPR sebagai “tolol” menuai kecaman. Rumahnya bahkan sempat dijarah massa. Ia juga diduga kabur ke luar negeri di tengah gelombang aksi beberapa hari terakhir.
Ahmad Sahroni, yang akrab disapa Roni, merupakan politikus sekaligus pengusaha yang dikenal sebagai “crazy rich Tanjung Priok”. Anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem ini tercatat memiliki kekayaan hingga Rp300 miliar dan dikenal dengan hobinya mengoleksi figur superhero bernilai fantastis.














