Soal Tawaran Co-Parenting Sarwendah, Kuasa Hukum Ruben Onsu: Kenapa Enggak dari Dulu?

Soal Tawaran Co-Parenting Sarwendah, Kuasa Hukum Ruben Onsu: Kenapa Enggak dari Dulu?

Kamis, 30 Juli 2026 – 19:57 WIB

Profil Ruben Onsu (Foto: Instagram / ruben_onsu)

Profil Ruben Onsu (Foto: Instagram / ruben_onsu)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Polemik soal pengasuhan anak pascacerai Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan. Kali ini, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi tawaran co-parenting yang sebelumnya disampaikan Sarwendah dan mempertanyakan alasan tawaran tersebut baru muncul sekarang.

“Kami heran saja kalau memang siap kenapa nggak dari dulu co-parenting? Kenapa nggak dari dua tahun yang lalu co-parenting? Kalau memang siap untuk co-parenting kenapa baru sekarang menyatakan siap co-parenting?” ujar Minola di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/07/2026).

Tak berhenti di situ, Minola juga menyoroti pemahaman mengenai konsep co-parenting. Menurutnya, pengasuhan bersama bukan hanya soal satu pihak mengasuh anak, sementara pihak lainnya sebatas memenuhi kebutuhan finansial saja. 

“Dia paham nggak sih apa itu co-parenting? Co-parenting itu kan adalah membesarkan anak secara bersama-sama, bekerja sama untuk membesarkan anak secara bersama-sama antara ayah dan ibu meskipun sudah tidak ada ikatan perkawinan lagi,” jelas Minola.

Ia menegaskan bahwa co-parenting menuntut kerja sama kedua orang tua dalam setiap aspek kehidupan anak, mulai dari pendidikan, kebutuhan sehari-hari, hingga pembiayaan.

Co-parenting itu adalah bekerja sama bersama-sama untuk membesarkan anak, diskusi mengenai masalah biaya, masalah kebutuhan anak, masalah pendidikan anak seluruhnya,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Minola mengingatkan agar makna co-parenting tidak disalahartikan. Menurutnya, pola asuh bersama tidak bisa dimaknai sebagai satu pihak menguasai pengasuhan anak, sementara pihak lainnya hanya bertugas membiayai tanpa memiliki kesempatan membangun kedekatan dengan buah hati.

“Jangan ajakan-ajakan co-parenting tapi yang dipahami co-parenting itu adalah satu mengasuh dan menguasai anak-anak, satu cuma bayar kebutuhan saja tanpa ada waktu untuk berkumpul. Nah ini juga salah,” tutupnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today