Pasar Rasakan Efektivitas Kebijakan Fiskal, Purbaya Punya ‘Feeling’ Rupiah Berotot di Pekan Depan

Pasar Rasakan Efektivitas Kebijakan Fiskal, Purbaya Punya ‘Feeling’ Rupiah Berotot di Pekan Depan

Clara Medium.jpeg

Jumat, 26 September 2025 – 21:45 WIB

Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di sebuah tempat penukaran uang, di Jakarta, Jumat (1/3/2024). (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja/rwa/aa).

Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di sebuah tempat penukaran uang, di Jakarta, Jumat (1/3/2024). (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja/rwa/aa).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tak sedang bercanda, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa optimistis, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (US$) bakal menguat pada pekan depan.

Pada pembukaan perdagangan Jumat (26/9/2025), rupiah terkulai 26 poin atau setara 0,15 persen, menjadi Rp16.775 per dolar AS. Posisi sehari sebelumnya (Kamis, 25/9), mata uang Garuda ditutup di  level Rp16.749 per dolar AS.

Alasan penguatan rupiah, kata Menkeu Purbaya, lantaran menguatnya kepercayaan pelaku pasar atas efektivitas kebijakan fiskal dalam mendongkrak aktivitas ekonomi.

“Sore ini pasar sudah tutup kan. Senin baru mulai, Selasa atau Rabu, harusnya sudah balik (menguat),” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak di kisaran Rp16.600-Rp16.700 per dolar AS. Rupiah menguat Rp16.500 pada Selasa pagi (23/9), namun kembali nyungsep ke level Rp16.600 di sesi berikutnya.

Sepekan terakhir, rupiah terus melemah dibandingkan pembukaan perdagangan Jumat lalu (19/9). Di mana, rupiah melemah hingga 1,23 persen. Sedangkan terhadap posisi pembukaan Senin (22/9), pelemahan rupiah sedikit mereda di level 0,85 persen.

Tegas saja, Menkeu Purbaya mengaku tak khawatir dengan pelemahan rupiah, lantaran meyakini kebijakannya bakal kembali menguatkan rupiah. “Fondasi ekonomi kita akan membaik terus ke depan. Kita menjalankan kebijakan untuk mendorong ekonomi, nggak main-main,” ujarnya.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga terus menjalankan wewenangnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Purbaya menyebut memiliki sinergi yang kuat dengan BI dalam misi stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Sementara itu, pelemahan rupiah pada perdagangan pagi ini diduga dipengaruhi oleh keputusan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menaikkan suku bunga deposito valuta asing (valas) sebesar 4 persen.

Purbaya pernah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki intervensi apa pun, dalam keputusan bank pelat merah tersebut. Dia, baik sebagai menkeu maupun Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), tidak mendengar rencana penyesuaian suku bunga deposito valas itu.

Dengan klarifikasinya, Purbaya yakin tekanan terhadap rupiah akan berkurang dan kembali pulih dalam waktu dekat.

“Dengan konferensi pers bahwa tidak ada kebijakan dari Kementerian Keuangan yang 4 persen, saya pikir akan berkurang dengan cepat tekanan ke rupiah. Di samping itu, BI juga sesuai wewenangnya menjaga nilai tukar dengan agresif dan sungguh-sungguh,” tuturnya.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today