Penyelundupan Timah Bikin Presiden Prabowo Jengkel, Seribu Tambang Ilegal Ditutup

Penyelundupan Timah Bikin Presiden Prabowo Jengkel, Seribu Tambang Ilegal Ditutup

Diana Medium.jpeg

Senin, 29 September 2025 – 13:32 WIB

Petugas mengevakuasi selundupan timah ilegal di Bangka Belitung. (Foto: Antara)

Petugas mengevakuasi selundupan timah ilegal di Bangka Belitung. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menyangkut amburadulnya tata kelola sumber daya alam (SDA), membuat Presiden Prabowo Subianto benar-benar jengkel. Korupsinya marak, membuat negara haus menanggung kerugian yang cukup besar.

Saat Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9/2025), Presiden Prabowo menyebut besarnya kerugian negara dari sektor timah. Baru-baru ini, pemerintah menutup seribu tambang timah ilegal di Provinsi Bangka Belitung yang dikenal sebagai penghasil timah terbesar di dunia.

“Sebagai contoh di Bangka Belitung, dikenal sebagai pusat tambang timah di dunia. Di sana itu, terdapat 1.000 tambang ilegal. Saya ulangi, 1.000 tambang ilegal,” tandas Presiden Prabowo.

Mendengar informasi tersebut, Presiden Prabowo langsung memerintahkan TNI, Polri, serta Bea Cukai, menggelar operasi besar-besaran di Bangka Belitung. Operasi itu menutup 80 persen operasi penambangan dan peleburan timah ilegal yang diselundupkan setiap tahun.

“Menutup yang selama ini hampir 80 persen hasil timah tiap tahun diselundupkan, 80 persen, timah kita,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo mengungkapkan, aksi penyelundupan timah dilakukan dengan berbagai modus. Salah satunya dengan menggunakan kapal feri. “Sekarang semuanya sudah kita tutup. Semuanya, tidak bisa keluar, sampan pun tidak bisa keluar,” tutur Presiden Prabowo.

Operasi di Bangka Belitung itu, lanjut Presiden Prabowo, digelar sepanjang September hingga Desember 2025. Atas kegiatan ini, pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp22 triliun.

“Tahun depan kita perkirakan kita bisa selamatkan Rp45 triliun dari 2 pulau ini saja,” kata dia.

Perilaku korupsi, disebut Presiden Prabowo sebagai perampokan sistemik, mengalahkan kaum elite, bahkan pejabat yang pintar sekalipun.

“Harus akui kelemahan elite kita, kelemahan dari mereka-mereka yang kita anggap pintar dan cemerlang. Ternyata kalah pintar dengan koruptor atau penipu-penipu itu. Manipulator-manipulator itu,” tegas Presiden Prabowo.

Selanjutnya, Presiden Prabowo menegaskan tekad untuk membentuk pemerintahan yang bersih. Dia komitmen untuk melawan koruptor. “Saya bertekad, saya harus tegakkan pemerintah yang bersih. Hanya dengan pemerintah yang bersih Indonesia bisa bangkit,” kata Presiden Prabowo.
 

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today