Pep Guardiola Puji Magis Messi: Usia Taklukkan Semua Orang Kecuali Dirinya

Pep Guardiola Puji Magis Messi: Usia Taklukkan Semua Orang Kecuali Dirinya

Penampilan magis Lionel Messi saat mengantarkan Tim Nasional Argentina menyingkirkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026 tidak hanya memukau para penonton di stadion, tetapi juga membuat mantan pelatihnya, Pep Guardiola, kehabisan kata-kata.

Menyaksikan pertandingan tersebut dari rumahnya, manajer Manchester City itu memberikan penghormatan emosional kepada La Pulga

Bagi Guardiola, apa yang dipertontonkan Messi dengan torehan dua assist krusialnya di usia 39 tahun adalah sebuah mahakarya seni yang berada di luar nalar sepak bola.

Melawan Otak Terhebat Sepanjang Masa

Inggris memang mendominasi penguasaan bola setelah unggul 1-0, namun mereka akhirnya hancur oleh visi bermain Messi yang membelah pertahanan The Three Lions lewat dua umpan matangnya untuk Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez. Menurut Guardiola, kegagalan Inggris membendung Messi bukanlah masalah taktik, melainkan karena mereka berhadapan dengan kegeniusan murni.

“Inggris tidak bermain melawan pemain tua. Mereka bermain melawan otak terhebat yang pernah dilahirkan oleh olahraga ini,” ungkap Guardiola dikutip dari laman Tribuna.

“Dua assist di semifinal Piala Dunia, mengendalikan ritme pertandingan terbesar di bumi seolah-olah dia sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Itu tidak normal. Itu mustahil untuk diajarkan.”

Lebih lanjut, pelatih asal Spanyol itu menyoroti fenomena fisik sang megabintang. Meski mobilitasnya tidak lagi sama seperti satu dekade lalu, kecerdasan spasial Messi berhasil mengompensasi segalanya.

“Bagian yang paling menakutkan adalah dia tidak lagi membutuhkan kaki mudanya. Otak sepak bolanya bekerja sepuluh detik lebih cepat dari siapa pun. Pada saat pemain bertahan menyadari apa yang sedang terjadi, bola sudah berada di dalam gawang atau rekan setimnya sedang merayakan gol. Itu adalah genius. Kegeniusan murni.”

Usia yang Gagal Menaklukkan Messi

Kiprah Messi di Piala Dunia 2026 ini seolah menentang hukum alam. Di saat para pemain seangkatannya sudah lama gantung sepatu, peraih delapan Ballon d’Or itu justru kembali membawa negaranya menembus final Piala Dunia untuk menantang Spanyol.

“Orang-orang terus bertanya kepada saya bagaimana Messi masih melakukan hal ini di usia 39 tahun. Jawaban saya sederhana: karena sepak bola belum pernah melihat orang seperti dia. Usia mengalahkan semua orang, tapi entah bagaimana ia menolak untuk mengalahkan Lionel Messi. Apa yang dia lakukan malam ini lebih dari sekadar sepak bola… itu adalah seni,” puji mantan pelatih Barcelona tersebut.

“Di usia 39 tahun, sebagian besar legenda duduk di studio televisi berbicara tentang sepak bola. Messi masih menulis sejarah sepak bola. Dia tidak sekadar bertahan (survive) di level ini, dia mendominasinya. Itulah mengapa saya akan selalu mengatakan bahwa tidak pernah ada, dan tidak akan pernah ada, pemain lain seperti Lionel Messi.”

Pesan untuk Para Penikmat Sepak Bola

Guardiola, yang pernah merasakan magis Messi secara langsung saat membangun dinasti emas Barcelona, mengaku masih merasakan takjub yang sama meski kini hanya bertindak sebagai penonton.

Ia pun menitipkan pesan kepada seluruh penikmat sepak bola dunia untuk benar-benar meresapi momen sejarah yang sedang terjadi di turnamen ini, terlepas dari apa pun hasil di laga final nanti.

“Orang-orang terobsesi dengan gol, tetapi malam ini Messi mengingatkan dunia bahwa sepak bola adalah tentang menciptakan momen yang tidak bisa dibayangkan oleh orang lain. Dua assist yang mengubah sejarah sebuah bangsa,” tegas Pep.

“Ketika Piala Dunia ini berakhir, jangan hanya mengingat trofi atau statistik. Ingatlah bahwa Anda menyaksikan seorang genius berusia 39 tahun berjalan ke semifinal Piala Dunia melawan salah satu tim terkuat di dunia… dan membuat mereka terlihat biasa saja. Kita sedang menyaksikan babak-babak akhir dari kisah sepak bola terhebat yang pernah ditulis.”

Visited 3 times, 1 visit(s) today