Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (18/4/2026). (Foto: ANTARA/Heru Suyitno).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan cadangan energi nasional, mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga stok minyak mentah (crude), masih dalam kondisi aman. Volumenya disebut berada di atas standar minimum nasional.
Hal itu disampaikan di tengah konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Saya menyampaikan, melaporkan terkait dengan perkembangan energi nasional kita. Baik dari sisi BBM produk, baik solar maupun bensin, dari semua aspek, alhamdulillah semuanya di atas standar minimum nasional,” kata Menteri Bahlil usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Bahlil menjelaskan ketahanan energi Indonesia tetap stabil meski menghadapi tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi di Selat Hormuz dalam dua bulan terakhir juga disebut tidak mengganggu pasokan domestik secara signifikan.
“Jadi, Alhamdulillah sudah dua bulan, hampir dua bulan sejak kejadian geopolitik di Timur Tengah terkait Selat Hormuz, kita masih stabil,” ujarnya.
Selain produk BBM, stok minyak mentah untuk kilang (refinery) juga dilaporkan dalam kondisi aman. Bahlil menyebut ketersediaan stok tersebut relatif tidak menghadapi kendala berarti karena masih berada di atas batas minimum yang ditentukan.
Terkait konsumsi LPG, Menteri ESDM menyebut pemerintah tengah mencari langkah alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor. Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya berkisar 1,6 hingga 1,7 juta ton.
Bahlil mengungkapkan Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun sejak kebijakan konversi minyak tanah diberlakukan. Ia mengakui keterbatasan bahan baku C3 (propana) dan C4 (butana) menjadi kendala utama dalam pengembangan industri LPG di dalam negeri.
“Dan saya juga melaporkan bahwa untuk LPG ini kita putar otak terus. Hampir tiap malam tidak kita istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya,” tutur Menteri Bahlil.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah mempertimbangkan sejumlah alternatif, termasuk konversi batu bara berkalori rendah menjadi dimethyl ether (DME). Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji opsi penggunaan compressed natural gas (CNG).
“Ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG bisa dapat kita lakukan,” kata dia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














