Persija Jakarta kembali menunjukkan kontribusi besar bagi Timnas Indonesia. Pada pemanggilan skuad untuk FIFA Series 2026, Macan Kemayoran menjadi klub dengan jumlah pemain terbanyak yang dipanggil, yakni enam pemain.
Jumlah tersebut menegaskan posisi Persija sebagai salah satu klub yang konsisten menyuplai pemain untuk tim nasional. Dalam beberapa periode pemanggilan sebelumnya, sejumlah pemain Persija memang kerap menjadi langganan memperkuat skuad Garuda.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menilai kontribusi tersebut tidak lepas dari kualitas perekrutan pemain yang dilakukan klub. Ia menyebut proses scouting dan rekrutmen yang tepat menjadi salah satu faktor penting hingga para pemain akhirnya dilirik oleh tim nasional.
“Ada dua hal yang saya sampaikan. Pertama, rekrutmennya bagus. Ketika diamati oleh tim nasional, akhirnya terpilih. Itu juga bagian dari proses yang berjalan,” ujar Prapanca dalam acara Ngopi Bareng Persija di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Akademi Persija Jadi Fondasi Pembinaan
Selain faktor rekrutmen, Prapanca menekankan pentingnya pembinaan pemain sejak usia muda. Persija, menurutnya, berupaya membangun fondasi kuat melalui pengembangan sekolah sepak bola (SSB) dan akademi klub.
Program pembinaan tersebut menjadi sumber utama lahirnya pemain-pemain potensial yang kemudian mampu menembus level profesional hingga tim nasional. Persija bahkan pernah meraih gelar Best Academy Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 pada musim 2019 dan 2024/2025.
“Untuk menjaga prestasi, kami harus membangun fundamentalnya melalui SSB dan akademi. Alhamdulillah sampai sekarang banyak pemain yang masuk ke tim nasional,” kata Prapanca.
Ia menilai tidak semua klub besar memiliki sistem akademi yang kuat. Beberapa klub, bahkan di luar negeri, sering mengandalkan pemain hasil pembinaan akademi lain. Karena itu Persija berusaha memperkuat jalur pembinaan sendiri agar mampu melahirkan talenta internal.
Target Melahirkan Talenta Bertaraf Internasional
Ke depan, Persija menargetkan program pembinaan tersebut mampu melahirkan pemain yang tidak hanya bersaing di level nasional, tetapi juga di kancah internasional.
Menurut Prapanca, keberhasilan akademi tidak hanya berdampak pada prestasi tim nasional, tetapi juga meningkatkan reputasi klub secara global.
“Harapannya program pembibitan ini bisa berkembang sampai level internasional dan membawa nama Persija ke panggung global,” ujarnya.
Dengan enam pemain yang dipanggil ke Timnas Indonesia, Persija kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pilar penting dalam pengembangan talenta sepak bola nasional.











