Prabowo Disorot Netanyahu di PBB, Indonesia Ingatkan soal Kemerdekaan Palestina

Prabowo Disorot Netanyahu di PBB, Indonesia Ingatkan soal Kemerdekaan Palestina

Ibnu Medium.jpeg

Sabtu, 27 September 2025 – 06:45 WIB

Presiden Prabowo Subianto memaparkan visi pemerintahan dalam Pidato Kenegaraan di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Foto: Dok. BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto memaparkan visi pemerintahan dalam Pidato Kenegaraan di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Foto: Dok. BPMI Setpres)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa visi politik apa pun di Timur Tengah tidak bisa dilepaskan dari pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina. Hal ini disampaikan menyusul komentar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyinggung pidato Presiden Indonesia Prabowo Subianto di sidang Majelis Umum PBB ke-80.

“Itu posisinya dia, saya jangan ditanya,” kata Sugiono singkat kepada wartawan di Markas Besar PBB, New York, Jumat (12/9/2025). Ia menambahkan, “Visi apa pun itu harus dimulai dari pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Kita tidak akan berbicara yang lain-lain selain itu.”

Netanyahu Soroti Pidato Prabowo

Dalam pidatonya pada sesi Debat Umum, Netanyahu menyatakan mencatat dengan seksama “kata-kata penuh semangat” yang disampaikan Presiden Prabowo. Ia bahkan menyebut Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang memiliki potensi menentukan arah masa depan kawasan.

Netanyahu mengklaim bahwa kerja sama dengan Israel akan membuka akses negara-negara Arab dan Muslim terhadap teknologi canggih, mulai dari pertanian, air, sains, kedokteran, pertahanan hingga kecerdasan buatan. Ia meyakini dalam beberapa tahun ke depan, “Timur Tengah akan terlihat berbeda” dengan munculnya para “pembawa damai yang berani”.

Klaim Israel soal Gaza Dipatahkan Data

Netanyahu juga membantah tuduhan bahwa Israel sengaja membuat rakyat Gaza kelaparan. Ia mengklaim justru Israel memasok lebih dari dua juta ton makanan per hari ke Gaza. Menurutnya, jika ada warga yang kelaparan, itu karena “Hamas mencuri dan menjualnya dengan harga tinggi.”

Namun data dari Kementerian Kesehatan Gaza membantah klaim tersebut. Hingga awal September, korban meninggal akibat malnutrisi di Gaza tercatat 404 orang, termasuk 141 anak. Dalam 24 jam terakhir saja, lima orang tewas akibat kelaparan, salah satunya anak-anak.

Sepanjang Agustus 2025, tercatat 185 warga Gaza meninggal karena kelaparan, rekor tertinggi sejak blokade Israel diperketat pada Maret. Saat ini, lebih dari 43.000 balita serta 55.000 ibu hamil dan menyusui dilaporkan menderita malnutrisi.

Indonesia Konsisten Dukung Palestina

Indonesia secara konsisten menegaskan dukungan terhadap Palestina di forum internasional. Presiden Prabowo dalam pidatonya sebelumnya menyerukan solusi damai yang adil serta penghentian kekerasan di Gaza.

Menlu Sugiono memastikan bahwa Indonesia hanya akan membicarakan masa depan Timur Tengah dengan pijakan utama: pengakuan kedaulatan dan kemerdekaan Palestina.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today