Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kanan) rapat bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (dua kanan), Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (tiga kanan), Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kiri), dan Kepala BIN M. Herindra (dua kiri) di Jakarta, Jumat (18/7/2025). (Foto: Antara/HO-Sekretariat Kabinet).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Banyak spekulasi yang muncul usai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menggelar rapat tertutup dengan sejumlah pejabat seperti Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Ada yang curiga bakal terbit kebijakan kontroversial, ada juga yang memaknainya positif sebagai bukti solidnya para lembaga negara di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi pertemuan ini merupakan hal sangat baik karena mencerminkan ada koordinasi dan komunikasi bagus dan solid antar berbagai pihak. Terlepas apakah ada persoalan keamanan sedang terjadi atau tidak,” kata peneliti dari Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro saat berbincang dengan Inilah.com, Jakarta, Minggu (20/7/2025).
Ia menambahkan, pertemuan itu saja dilihat sebagai sebuah cerminan dari koordinasi bagus dari sejumlah pemangku kepentingan atau stakeholders di berbagai lembaga negara.
“Ini merupakan hal positif bagi proses pembuatan kebijakan pemerintah, terutama bidang keamanan. Karena komunikasi dari para pemangku kepentingan berjalan lancar dan juga solid,” tuturnya.
Sementara, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menduga rapat tertutup yang digelar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, untuk menyamakan strategi dalam menghadapi situasi terkini. Bisa jadi bakal ada kebijakan yang memicu kontroversi.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah melihat adanya dinamika politik dan keamanan yang cukup sensitif sehingga perlu langkah cepat bersama. Mereka mungkin ingin menyamakan persepsi dan strategi sebelum isu berkembang terlalu jauh,” kata Herry saat dihubungi Inilah.com, Jakarta, Minggu (20/7/2025).
Herry membeberkan keterlibatan BIN yang biasanya ada di belakang layar ini bisa diasumsikan ada sinyal risiko baik itu serangan siber, disinformasi, hingga propaganda politik.
“Agenda ini bisa jadi bentuk antisipasi dini agar berbagai institusi tidak bereaksi berbeda saat tekanan politik meningkat, misalnya saat pengumuman kebijakan kontroversial,” jelas Herry.
Ia menerangkan, gejolak seperti demonstrasi, konflik antarelite bisa berdampak signifikan pada stabilitas nasional. Sehingga, Herry menilai perlu antisipasi sejak dini untuk menanggapi eskalasi yang kecil.
“Selain itu ini bisa berarti langkah-langkah strategis menjelang pengumuman rencana legislatif atau kebijakan besar, misalnya revisi undang-undang strategis, kebijakan keamanan siber, atau penataan ulang polarisasi politik,” ujarnya menambahkan.
Diberitakan sebelumnya, pertemuan tertutup yang berlangsung Jumat (18/7/2025) malam, membahas situasi keamanan dan politik terkini di tanah air.
“Jumat malam yang produktif bersama Wakil Ketua DPR RI Bapak Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Bapak Prasetyo Hadi, Kapolri Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Bapak Letjen TNI (Purn) Herindra,” kata Seskab Teddy saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (19/7/2025).
Dalam pertemuan ini, dibahas perkembangan situasi terkini di Tanah Air, terutama di bidang politik dan keamanan, serta sejumlah program prioritas pemerintah, namun Teddy tidak menjelaskan lebih lanjut situasi politik dan keamanan terkini yang dibahas dalam rapat tersebut.
Di beberapa foto yang disiarkan oleh Sekretariat Kabinet, Kepala BIN M. Herindra terlihat menuliskan catatan dalam buku catatannya, begitu pun dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco.
Program-program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang saat ini telah berjalan, yakni makan bergizi gratis (MBG), cek kesehatan gratis (CKG), sekolah rakyat (SR), dan dalam waktu dekat Presiden juga dijadwalkan meluncurkan secara serentak Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di berbagai daerah. Berbagai persiapan telah dilakukan menjelang peluncuran Koperasi Desa Merah Putih oleh beberapa kementerian terkait.














