Resmikan Pabrik Prekursor Baterai Milik Haji Isam, Menhan Sjafrie: Kontribusi Nyata untuk Pertahanan RI

Resmikan Pabrik Prekursor Baterai Milik Haji Isam, Menhan Sjafrie: Kontribusi Nyata untuk Pertahanan RI

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 16 Januari 2026 – 05:56 WIB

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin (tengah), bersama Owner Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam (kedua dari kiri), dan Chairman CNGR, Deng Wei Ming (kanan), menekan tombol sirine sebagai tanda peresmian pabrik prekursor baterai PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) di KEK Setangga, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (13/1/2026). (Foto: kek.go.id)

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin (tengah), bersama Owner Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam (kedua dari kiri), dan Chairman CNGR, Deng Wei Ming (kanan), menekan tombol sirine sebagai tanda peresmian pabrik prekursor baterai PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) di KEK Setangga, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (13/1/2026). (Foto: kek.go.id)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, meresmikan pabrik bahan prekursor baterai milik PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (13/1/2026).

Pabrik ini merupakan hasil kerja sama antara jaringan CNGR Group dengan Jhonlin Group, perusahaan milik pengusaha H. Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam. Fasilitas ini fokus memproduksi Ternary Precursor berbasis nikel, bahan baku vital untuk katoda baterai lithium kendaraan listrik, dengan kapasitas produksi mencapai 20.000 ton per tahun.

Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie mengapresiasi langkah hilirisasi ini karena dinilai memberikan manfaat strategis bagi sistem pertahanan negara.

“Pada 2026, produksi bahan baku baterai ini diharapkan menjadi terobosan strategis bagi Indonesia dalam mendukung penguasaan teknologi, termasuk teknologi pertahanan. Hilirisasi yang transparan menunjukkan kontribusi nyata industri terhadap kepentingan pertahanan nasional,” ungkap Sjafrie.

WTHWIDkoSkuhGdSfKeeH4BZHnDk600jK7JA9T4qk.jpg

Chairman CNGR, Deng Wei Ming, menambahkan bahwa operasional pabrik ini diproyeksikan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Ia menegaskan komitmen perusahaan terhadap teknologi produksi bersih dan keberlanjutan.

“Ke depan, CNGR akan terus memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dan berkontribusi aktif dalam pengembangan industri energi baru dan terbarukan di Indonesia,” tutur Deng Wei Ming.

Kehadiran PT ABEB turut mendongkrak kinerja investasi di KEK Setangga. Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mencatat hingga Triwulan III 2025, realisasi investasi di kawasan ini telah mencapai Rp4,7 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 3.001 orang.

nqFp25zLeJvItq0u2RSU3ZwKectQ2hrtcA97Wwmq.jpg

“KEK Setangga ditargetkan dapat menjadi episentrum industri di wilayah tengah Indonesia dengan total rencana investasi mencapai Rp67,69 triliun hingga tahun 2053,” jelas Rizal.

Peresmian ini turut dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, pemilik Jhonlin Group Haji Isam, serta jajaran petinggi TNI dan manajemen perusahaan terkait.

Visited 3 times, 1 visit(s) today