CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani (Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan diskusi dengan pihak China mengenai restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.
“Tim juga sudah mulai bicara dengan sana (China), dan itu juga melibatkan Whoosh. Itu kan pemegang sahamnya juga ada pemegang saham dari Chinanya,” ujar Rosan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/11/2025).
Rosan mengatakan pembahasan dengan pihak China masih berlangsung terkait penyelesaian utang Whoosh. Ia memastikan persoalan tersebut akan segera diselesaikan.
“Jadi itu juga kita bicarakan (dengan) mereka, apa yang ingin kita sampaikan agar pernyataan Whoosh ini bisa secara menyeluruh, hasil keputusan kami itu seperti apa. Jadi masih berjalan dan insya Allah juga akan cepat selesai,” jelasnya.
Sebagai informasi, terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB)—yang kini bernama Kereta Whoosh—kepada Bank Pembangunan China atau China Development Bank (CDB), Danantara akan berbagi beban dengan pemerintah.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa Danantara bersama pemerintah berbagi peran dalam menangani utang Kereta Whoosh secara terukur. Hal itu sesuai dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Kereta Whoosh telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian.
“Masalah mengenai restrukturisasinya sudah disampaikan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), tentu melibatkan pemerintah (dan) Danantara,” kata Dony usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Percepatan Pembangunan Gudang Perum Bulog di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Dony menegaskan Danantara akan fokus pada aspek operasional Whoosh agar layanannya semakin optimal, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta–Bandung dan sekitarnya.
“Nah ini juga solusi terbaik tentunya. Mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara, terutama sekali berkaitan operasional Whoosh,” jelasnya.
Sementara itu, pemerintah akan berperan dalam pengelolaan dan penguatan infrastruktur yang mendukung jalannya layanan kereta cepat tersebut.
“Dan juga ada porsinya pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur,” bebernya.
Menurut Dony, Kereta Whoosh membawa dampak ekonomi nyata, terutama dalam mendukung pergerakan masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang sebelumnya memakan waktu panjang.
“Whoosh ini kan memberikan manfaat yang banyak terutama sekali buat perekonomian kita dan juga buat angkutan massal,” katanya.














