Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026) pagi. Meski masih tertahan di atas level psikologis Rp17.000, mata uang Garuda menunjukkan tren positif seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Data pasar menunjukkan rupiah menguat 62 poin atau sekitar 0,36 persen ke level Rp17.325 per dolar AS. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026), rupiah masih nangkring di level Rp17.387 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai pergerakan ini dipicu oleh melandainya tensi antara AS dan Iran. Selain itu, sikap pemerintah China yang secara terbuka mendukung upaya gencatan senjata turut memberikan sentimen positif bagi mata uang pasar berkembang.
“Kondisi tersebut mendorong mayoritas mata uang global menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah,” ujar Josua seperti dikutip dari Antara.
Harapan Gencatan Senjata dan Diplomasi Beijing
Harapan akan berakhirnya konflik kian menguat setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi menekankan pentingnya penghentian permusuhan secara permanen. Beijing saat ini tengah bersiap menyambut kunjungan Presiden AS Donald Trump pada pekan depan untuk membahas stabilisasi kawasan.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan sinyal optimistis terkait perundingan dengan Teheran dalam 24 jam terakhir. Trump menyebut kesepakatan untuk mengakhiri keterlibatan militer secara permanen sangat mungkin tercapai, meski ia menegaskan tidak ada tenggat waktu khusus untuk kesepakatan tersebut.
“Dukungan China terhadap gencatan senjata menyeluruh meningkatkan harapan pasar terhadap kemajuan negosiasi antara AS dan Iran,” tambah Josua.
Data Tenaga Kerja AS Meleset dari Ekspektasi
Selain faktor geopolitik, posisi dolar AS juga sedikit tertekan oleh rilis data ekonomi domestik yang kurang memuaskan. Laporan ADP Employment Change periode April 2026 mencatatkan angka 109.000.
Walaupun angka tersebut lebih baik dari bulan sebelumnya yang hanya 61.000, realisasinya ternyata masih berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 120.000. Ketidakmampuan data tenaga kerja AS memenuhi ekspektasi ini memberikan celah bagi rupiah untuk bergerak di zona hijau pagi ini.
Meski mulai bergerak menjauhi level penutupan sebelumnya, pelaku pasar tetap waspada mengingat posisi nilai tukar yang masih tergolong tinggi di kisaran Rp17.300-an.














