Sebelum Minta Tambahan Saham 12 Persen, Pemerintah Disarankan Audit Dulu Kandungan Mineral di Freeport

Sebelum Minta Tambahan Saham 12 Persen, Pemerintah Disarankan Audit Dulu Kandungan Mineral di Freeport

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 11 Oktober 2025 – 19:38 WIB

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas usai menghadiri peluncuran teknologi 5G Mining di Tembagapura, Mimika, Papua, Kamis (1/9/2022) (Foto: Antara)

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas usai menghadiri peluncuran teknologi 5G Mining di Tembagapura, Mimika, Papua, Kamis (1/9/2022) (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman menilai banyak keganjilan terkait keinginan pemerintah Indonesia menambah kepemilikan 12 persen saham di PT Freeport Indonesia (Freeport/PTFI).

“Jika merujuk pernyataan Tonny Wenas, Presdir Frerport, penambahan 12 persen saham belum final. Nah, kenapa Pak Bahlil dan Rosan menyatakan sudah final. Seolah Freeport McMoRan sinyalkan lampau hijau, beri gratis 12 persen saham Freeport,” kata Yusri, Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

Kalau itu terjadi, lanjut Yusri, komposisi kepemilikan saham Freeport memang berubah. Di mana, PT Inalum atau MIND ID yang semula menggenggam 51,5 persen naik menjadi 63,5 persen. Namun dibarter dengan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport yang berakhir pada 2041, menjadi 2061.

“Timbul pertanyaan, apakah tim teknis KESDM dan MIND apakah sudah mengevaluasi total cadangan emas di sana? Atau berapa besar cadangan tembaga, berdasarkan data geologi pemboran (data coring). Serta data produksi bawah tanah yang setiap saat masuk tambahan data, terkait berapa besar total cadangan terbuktinya,” beber Yusri.

Selain itu, Yusri mengingatkan, meski saham Freeport secara mayoritas dikempit MIND ID, namun operatornya masih di tangan Freeport McMoRan. Percuma pemerintah Indonesia menguasai saham Freeport namun operatornya tetap di tangan Freeport McMoRan.

“Nantinya. MIND ID duduk tenang, akhir tahun dapat dividen saja. Saya kira, harus dihitung betul, untung dan ruginya dulu, sebelum diputuskan ambil tambahan 12 persen saham Freeport,” ungkapnya.

Yusri mengakui, Freeport McMoRan adalah perusahan tambang yan sudah lama listing di bursa New York Stock Excange (NYSE). Ketika akan melakukan aksi korporasi, Freeport harus mengumumkannya terlebih dahulu di lantai bursa AS.

“Naga-naganya, baik Bahlil maupun Rosan lagi syur sendiri, padahal prosesnya masih panjang,” pungkasnya.

Analisa Yusri masuk nalar. Saat ini, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas mengatakan, Freeport belum memikirkan soal keinginan pemerintah Indonesia menambah 12 persen saham.

Saat ini, kata Tony, prioritas utama perusahaan bukan soal tambah saham 12 persen, namun pemulihan tambang Grasberg Block Cave (GBC) pasca insiden longsor pada 8 September 2025 yang menewaskan 7 karyawan.

“Kami masih fokus pada restorasi tambang kita. Jadi kami masih fokus sekarang ke restorasi, investigasi, dan evaluasi, kalau berhenti seperti itu,” ujar Tony di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

Topik
Komentar

Visited 6 times, 1 visit(s) today