Sejarah Terukir! Nvidia Jadi Perusahaan Publik Pertama Tembus Valuasi US$5 Triliun

Sejarah Terukir! Nvidia Jadi Perusahaan Publik Pertama Tembus Valuasi US Triliun

Ikhsan Medium.jpeg

Jumat, 31 Oktober 2025 – 02:03 WIB

Nvidia jadi perusahaan publik pertama capai valuasi US$5 triliun (Rp83 Kuadriliun). (Foto: Dok. Nvidia)

Nvidia jadi perusahaan publik pertama capai valuasi US$5 triliun (Rp83 Kuadriliun). (Foto: Dok. Nvidia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Raksasa semikonduktor Amerika Serikat (AS), Nvidia, baru saja mencetak rekor yang mengguncang pasar global. Perusahaan yang dipimpin oleh Jensen Huang ini resmi menjadi perusahaan publik pertama di dunia yang berhasil menembus valuasi fantastis sebesar US$5 triliun, atau setara dengan Rp83 kuadriliun.

Pencapaian monumental ini, sebagaimana dilansir Tech Crunch pada Kamis (30/10/2025), dipicu oleh lonjakan harga saham sebesar 5,6 persen pada Rabu (29/10/2025) waktu setempat, membawa harga per lembar saham Nvidia ke level US$212,19. Kenaikan drastis ini tak lepas dari derasnya permintaan global terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI).

Faktor Politik dan Target Penjualan Gila-gilaan

Ada dua katalis utama yang mendorong akselerasi harga saham Nvidia hingga menyentuh batas psikologis US$5 triliun.

Pertama, respons positif pasar terhadap rencana Presiden AS Donald Trump yang akan membahas chip andalan Nvidia, yakni seri Blackwell, dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping, Kamis (30/10/2025). Isu negosiasi teknologi antara dua kekuatan ekonomi terbesar ini selalu menjadi sentimen kuat yang mempengaruhi saham teknologi.

Kedua, pernyataan ambisius CEO Nvidia Jensen Huang. Di hadapan publik, Huang menargetkan penjualan chip AI perusahaannya senilai US$500 miliar. Target setengah triliun dolar AS ini menunjukkan betapa dominannya posisi Nvidia dalam pasokan infrastruktur AI.

Huang juga mengumumkan bahwa Nvidia tengah menggarap tujuh proyek superkomputer baru di AS. Superkomputer-superkomputer ini, yang ditujukan untuk sektor keamanan, energi, dan sains, akan ditenagai oleh ribuan unit Unit Pemrosesan Grafis (GPU) buatan Nvidia.

Investasi Global dan Dominasi GPU

Kabar baik bagi investor tak berhenti di sana. Nvidia turut mengumumkan investasi senilai US$1 miliar kepada perusahaan telekomunikasi Finlandia, Nokia. Investasi ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi Nokia guna mengembangkan jaringan 5G dan 6G masa depan yang sepenuhnya berbasis AI menggunakan platform chip Nvidia.

Pencapaian US$5 triliun ini terasa lebih luar biasa mengingat Nvidia baru saja menembus kapitalisasi pasar US$4 triliun hanya berselang tiga bulan sebelumnya. Sejak awal 2025, nilai saham Nvidia telah melambung lebih dari 50 persen.

Penyebab utamanya jelas: GPU Nvidia kini menjadi komoditas terpanas di dunia teknologi. GPU ini adalah komponen vital dan tak tergantikan dalam pelatihan large language models dan berbagai aplikasi AI generatif. Keterbatasan pasokan chip ini di tengah permintaan yang melonjak dari pusat data global, diperkuat oleh strategi eksklusivitas pasokan Nvidia, menjadikan perusahaan ini penguasa mutlak pasar.

Kepercayaan investor semakin menguat setelah berbagai investasi infrastruktur pusat data berteknologi tinggi diumumkan, menempatkan Nvidia sebagai pemasok utama. Pada September lalu, Nvidia bahkan mengumumkan rencana investasi hingga US$100 miliar di OpenAI untuk membangun sistem bertenaga 10 gigawatt GPU Nvidia.

Dengan valuasi sebesar ini, Nvidia kini bernilai lebih besar daripada gabungan seluruh pasar saham negara-negara di dunia, kecuali AS, China, dan Jepang. Ini bukan lagi sekadar perusahaan, melainkan sebuah kekuatan ekonomi global yang mendefinisikan abad digital baru.
 

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today