Selisih 2 Poin dari Arsenal, Pep Guardiola Mengemis Bantuan West Ham

Selisih 2 Poin dari Arsenal, Pep Guardiola Mengemis Bantuan West Ham

Pep Guardiola melakukan sesuatu yang luar biasa langka di hadapan media. Pelatih Manchester City itu menutup konferensi pers usai laga dengan teriakan dukungan kepada West Ham — rival yang biasa mereka hadapi di Premier League.

“Come on you Irons!” teriak Guardiola sambil menyilangkan kedua tangan, gestur khas suporter The Hammers. Sebuah momen unik yang menggambarkan betapa krusialnya akhir pekan ini bagi peluang juara Manchester City di Premier League 2025/2026.

Setelah Manchester City menundukkan Brentford 3-0 di Stadion Etihad, Sabtu (9/5/2026), gap dengan pemuncak klasemen Arsenal kini hanya tinggal dua poin. Pertanyaannya: bisakah West Ham — yang akan menjamu Arsenal pada Minggu — memberikan favor yang dibutuhkan kubu Etihad?

3-0 atas Brentford: Tugas Diselesaikan

Pertarungan klasemen menyala-nyala. Manchester City harus memberikan performa terbaiknya melawan Brentford untuk tetap dalam perburuan gelar. Tugas tersebut mereka selesaikan dengan dingin lewat tiga gol cantik.

Jérémy Doku, Erling Haaland, dan Omar Marmoush menjadi pencetak gol di kemenangan tuan rumah. Trio yang menggambarkan dimensi serangan The Citizens — kelincahan Doku dari sayap, naluri pembunuh Haaland di kotak penalti, plus kreativitas Marmoush yang semakin berkembang.

Doku khususnya tampil sebagai bintang utama, dengan beberapa aksi individu yang membuat fans Etihad bergemuruh. Tanpa kontribusinya, City mungkin sudah harus melambai bye-bye pada perebutan gelar musim ini.

“Tidak di Tangan Kami Lagi”

Guardiola dengan jujur mengakui bahwa nasib gelar Premier League kini tidak sepenuhnya di tangan timnya. Ia harus bergantung pada hasil tim lain — sebuah situasi yang tidak nyaman bagi pelatih yang biasanya mengontrol situasi.

“Kami sedang berjuang melawan tim yang ada di final Liga Champions tanpa kalah dan memuncaki klasemen hampir sepanjang musim,” kata Guardiola.

Pernyataan tersebut mencerminkan rasa hormat sang pelatih kepada Arsenal yang memang tampil luar biasa musim ini. Anak asuh Mikel Arteta tidak hanya konsisten di liga, namun juga lolos ke final Liga Champions — sebuah pencapaian ganda yang sulit dipertahankan.

“Ini tidak di tangan kami sekarang, jadi tergantung pada mereka kehilangan poin. Saya suka itu. Saya suka berada di sini [di perebutan gelar] lagi,” lanjut Guardiola.

Yang menarik dari pernyataan ini, Guardiola justru tampaknya menikmati situasi underdog yang tidak biasa. Selama bertahun-tahun di City, ia hampir selalu menjadi pelatih klub favorit juara. Kini posisi terbalik, dan ia menemukan kembali api kompetisi yang sempat memudar.

Gestur “Come On You Irons” yang Bikin Heboh

Saat Guardiola hendak meninggalkan ruang konferensi pers, ia melakukan momen yang langsung viral di media sosial. Pelatih asal Spanyol itu menyilangkan kedua tangan — gestur ikonik yang dilakukan suporter West Ham — sambil meneriakkan dukungan kepada The Hammers.

Sebuah pemandangan yang sulit dipercaya dalam keadaan normal. Manchester City dan West Ham bukanlah klub yang punya hubungan persahabatan khusus. Namun dalam dunia sepak bola, “musuh dari musuhku adalah temanku” adalah filosofi yang sering berlaku.

Bagi Guardiola, West Ham menjadi harapan terakhir agar Arsenal terpeleset dan membuka jalan bagi Manchester City merebut kembali mahkota Premier League. Tanpa bantuan Nuno Espírito Santo dan anak asuhnya, jalan menuju gelar akan jauh lebih terjal.

Jadwal Krusial Dua Pekan ke Depan

Dengan pertandingan tinggal beberapa laga, baik Manchester City maupun Arsenal harus tampil sempurna untuk mengamankan gelar. Berikut sisa laga keduanya:

Manchester City: Crystal Palace (Rabu), Bournemouth, dan Aston Villa.

Arsenal: West Ham (Minggu), Burnley, dan Crystal Palace.

Selain itu, Manchester City juga akan tampil di final Piala FA — sebuah agenda padat yang menambah tantangan fisik tim. Guardiola tampaknya mempertimbangkan kelelahan ini dalam strategi besarnya.

“Yang bisa kita lakukan adalah Rabu [lawan Palace] menang lagi, main final Piala FA dan pergi ke Bournemouth — saya akan bilang itu bukan tujuan terbaik untuk dikunjungi — dan Aston Villa, jadi kalender ini sangat menuntut,” ujarnya.

“Hanya dua minggu dan musim akan berakhir,” tutupnya.

Visited 6 times, 1 visit(s) today