Strategi John Herdman Hadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Piala Asia 2027

Strategi John Herdman Hadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Piala Asia 2027

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman sudah memetakan strategi menghadapi tiga lawan di Grup F Piala Asia 2027. Dalam pernyataan resmi usai drawing yang digelar di Diriyah, Riyadh, Sabtu (9/5/2026) malam waktu setempat, pelatih asal Kanada itu menegaskan bahwa setiap pertandingan akan membutuhkan pendekatan dan mentalitas berbeda.

Indonesia tergabung bersama Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F. Tiga lawan dengan karakter, level, dan sejarah yang sangat berbeda satu sama lain.

Filosofi Dasar

Herdman menggariskan filosofi pendekatan yang sederhana namun fundamental. Ia menolak melihat Grup F sebagai beban berat yang harus ditaklukkan sekaligus.

“Setiap pertandingan memiliki tantangan uniknya sendiri. Akan ada mentalitas berbeda yang dibutuhkan untuk menjalani setiap laga dan kita harus melangkah satu pertandingan demi satu pertandingan,” ujar Herdman.

Pendekatan ini mencerminkan pengalaman Herdman sebagai pelatih yang sukses membawa Kanada lolos Piala Dunia 2022. Ia membagi tantangan besar menjadi misi-misi kecil yang lebih realistis untuk dieksekusi.

Strategi Hadapi Jepang

Pertandingan pertama Indonesia kemungkinan besar berhadapan dengan Jepang sebagai unggulan grup. Herdman justru menyambut peran underdog sebagai senjata psikologis.

“Yang terpenting bagi kita adalah melihat peluang yang ada ketika menghadapi tim papan atas seperti Jepang dan menikmati status underdog dalam pertandingan tersebut,” kata Herdman.

Filosofi underdog ini punya logika taktis. Tim yang dianggap lebih lemah biasanya bermain tanpa beban, sementara unggulan justru terbebani ekspektasi kemenangan.

Jepang sendiri merupakan tim peringkat 18 dunia versi FIFA, kolektor empat trofi Piala Asia. Skuad Hajime Moriyasu dipenuhi pemain liga top Eropa seperti Kaoru Mitoma, Takefusa Kubo, dan Daichi Kamada.

Herdman tampaknya akan memprioritaskan pertahanan kompak, transisi cepat, dan disiplin posisi. Pendekatan ini mirip dengan cara tim-tim “kecil” mengejutkan raksasa Eropa di Euro atau Piala Dunia.

Strategi Hadapi Qatar

Pertemuan dengan Qatar di matchday kedua menjadi laga paling krusial. Sebagai juara bertahan dua edisi Piala Asia, The Maroon punya mentalitas pemenang yang sulit ditandingi.

“Kami juga harus mampu mengeluarkan versi terbaik dari diri kami saat menghadapi Qatar,” tegas Herdman.

Pemilihan kalimat ini bermakna khusus. Herdman tidak menyebut “underdog” seperti saat membahas Jepang, melainkan menuntut performa puncak dari skuad Garuda.

Sinyal ini bisa diartikan sebagai pengakuan bahwa Qatar adalah lawan yang lebih realistis untuk diambil poinnya. Qatar saat ini berada di peringkat 55 dunia versi FIFA, jauh di bawah Jepang meski di atas Indonesia.

Tantangan utama menghadapi Qatar adalah meredam Akram Afif. Top scorer dan MVP Piala Asia 2023 itu menjadi nyawa serangan The Maroon dengan kemampuan dribel, finishing, dan eksekusi bola mati yang mematikan.

Strategi Hadapi Thailand

Laga pamungkas grup melawan Thailand menjadi penentuan. Herdman menyiapkan pendekatan berbeda untuk derbi ASEAN ini.

“Lalu membawa semangat juang, determinasi, dan gairah yang dibutuhkan untuk menghadapi tim seperti Thailand,” ungkap Herdman.

Tiga kata kunci muncul: semangat juang, determinasi, dan gairah. Pendekatan ini lebih menyentuh aspek mental dan rivalitas sejarah dibanding sekadar taktik di atas kertas.

Thailand secara peringkat berada di posisi 96-99 dunia versi FIFA, lebih tinggi dari Indonesia. Namun, gap kualitas keduanya tergolong tipis dan kerap ditentukan faktor non-teknis seperti tekanan suporter, momentum, dan stamina.

Pelatih anyar Thailand, Anthony Hudson, menerapkan filosofi possession-based dan high pressing. Indonesia perlu mengantisipasi tekanan tinggi ini sambil memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan War Elephants.

Konteks Jangka Panjang Menuju Piala Dunia 2030

Strategi Piala Asia 2027 hanya menjadi satu bagian dari peta jalan besar. Tujuan utama Herdman adalah membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030.

“Piala Asia sangat penting dalam tujuan jangka panjang Indonesia karena kita harus mulai terbiasa bermain di luar Indonesia. Ini adalah langkah penting yang harus kita ambil.”

Filosofi Herdman menempatkan setiap laga sebagai investasi pengalaman. Hasil tidak menjadi satu-satunya ukuran kesuksesan.

“Kami harus belajar mendapatkan hasil melawan lawan-lawan kuat tersebut. Semua persiapan yang kami lakukan selalu diarahkan menuju 2030,” lanjutnya.

Visited 8 times, 1 visit(s) today