Strategi Jitu Garuda: Citilink Dibuat ‘Sehat’ Dulu, 15 Pesawat Siap Mengangkasa

Strategi Jitu Garuda: Citilink Dibuat ‘Sehat’ Dulu, 15 Pesawat Siap Mengangkasa

Ikhsan Medium.jpeg

Kamis, 25 September 2025 – 21:17 WIB

Maskapai Citilink sedang giat-giatnya menggeber program reaktivasi armada, dengan target ambisius: 15 pesawat kembali beroperasi hingga akhir tahun. (Foto: Dok. Citilink)

Maskapai Citilink sedang giat-giatnya menggeber program reaktivasi armada, dengan target ambisius: 15 pesawat kembali beroperasi hingga akhir tahun. (Foto: Dok. Citilink)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Badai yang sempat menerpa Garuda Indonesia Group kini mulai mereda, bahkan berubah menjadi angin segar. Di tengah program restrukturisasi yang masif, fokus utama kini beralih pada upaya menyehatkan si bungsu, yaitu Citilink. Maskapai berbiaya rendah ini sedang giat-giatnya menggeber program reaktivasi armada, dengan target ambisius: 15 pesawat kembali beroperasi hingga akhir tahun.

Langkah strategis ini bukan sekadar wacana. Sejauh ini, dua pesawat sudah berhasil mengudara kembali. Upaya pemulihan armada ini didukung penuh oleh suntikan modal segar dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) senilai US$405 juta atau setara Rp6,6 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk mendanai perawatan, perbaikan, dan overhaul (MRO) yang krusial. Ini adalah bagian dari total dukungan pendanaan yang mencapai US$1 miliar.

Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi besar Garuda Indonesia Group.

“Strategi reaktivasi armada yang kami jalankan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk memperkuat fondasi pertumbuhan Citilink di masa mendatang,” ujar Darsito dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Kamis (25/9/2025).

Dengan performa operasional yang solid, Citilink diharapkan mampu menjadi pilar utama untuk mendukung konektivitas nasional.

Proyeksi kinerja Citilink pada September 2025 tampak menjanjikan. Darsito memperkirakan jumlah penumpang harian akan melonjak sekitar 8,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan penambahan kapasitas setelah dua armada berhasil direaktivasi.

“Peningkatan ini mencerminkan optimisme kami terhadap tren permintaan yang terus menguat,” tambahnya.

Selain peningkatan jumlah penumpang, Citilink juga membuktikan kualitas layanannya. Hingga Agustus 2025, maskapai ini mencatatkan tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) yang mengesankan, yaitu 90,04 persen. Angka ini menjadi bukti komitmen Citilink dalam memberikan layanan yang andal dan konsisten.

Skenario yang dimainkan Garuda Indonesia Group ini terbilang jitu. Dengan memprioritaskan ‘penyehatan’ Citilink lebih dulu, mereka bisa dengan cepat mendongkrak kinerja finansial dan operasional dari segmen yang lebih lincah dan berdaya saing tinggi.

Kucuran dana, target reaktivasi, dan peningkatan penumpang menjadi sinyal kuat bahwa strategi restrukturisasi ini bukan sekadar di atas kertas, tetapi sudah mulai membuahkan hasil di lapangan.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today